ATIKA OKTARIA
KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) siap memfasilitasi pengembangan potensi wisata desa di Kabupaten Buru Selatan, Maluku.
“Pengembangan desa wisata menjadi salah satu prioritas Kemendes PDTT untuk terus didorong dan dikembangkan. Kami siap membantu pengembangan desa wisata di Kabupaten Buru Selatan karena memang potensi alamnya begitu luar biasa,” ujar Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, Kamis (21/10).
Tahun ini, Kemendes PDTT melakukan intervensi untuk mengembangkan desa wisata di 158 desa.
Desa-desa itu, lanjut dia, menerima bantuan berupa pembangunan sarana dan prasarana pendukung, seperti pembangunan “home stay”, pembangunan kedai-kedai makanan di kawasan wisata, hingga pembangunan lapangan parkir untuk wisatawan.
Destinasi wisata tersebut masih dalam kondisi alami sehingga membutuhkan sarana dan prasarana pendukung sehingga kian menarik perhatian dari wisatawan.
“Bantuan pembangunan sarana prasarana pengembangan objek wisata ini sesuai dengan usulan dari kepala desa maupun perangkat terkait, jadi bisa macam-macam bentuknya di lapangan,” katanya saat menerima kunjungan Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa.
Gus Halim, demikian ia biasa disapa, menambahkan desa penerima bantuan sarana dan prasarana pengembangan objek wisata dari Kemendes PDTT harus mempunyai kualifikasi khusus, di antaranya harus mempunyai potensi wisata alam, seperti pantai, pegunungan, danau, hingga tempat bersejarah.
Selain itu, mempunyai potensi lain, seperti potensi budaya maupun destinasi wisata edukasi. “Kalau melihat kualifikasi itu tentu Buru Selatan mempunyai potensi besar dalam menerima intervensi dari Kemendes PDTT dan kami komit untuk itu,” tuturnya.
Peluang Besar
Menurut Gus Halim, desa wisata mempunyai peluang besar untuk berkembang pascapandemi, mengingat keinginan masyarakat untuk berwisata yang besar.
Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa mengungkapkan desa wisata menjadi andalan untuk mempercepat pembangunan desa di wilayahnya.
Dia mengungkapkan saat ini ada 10 destinasi wisata prioritas yang dikembangkan di Buru Selatan, di antaranya Pantai Wamsoba, Pulau Tomoho, Pulau Oki, Air Babunyi, dan Wisata Air Jin.
“Destinasi wisata tersebut masih dalam kondisi alami sehingga membutuhkan sarana dan prasarana pendukung sehingga kian menarik perhatian dari wisatawan,” kata dia.
Dia menambahkan pengembangan wisata juga menjadi andalan Buru Selatan untuk melepas status sebagai wilayah tertinggal.
Dia menyebut Buru memiliki 79 desa, yang terdiri atas tiga desa maju, 29 desa berkembang, 37 desa tertinggal, dan 10 desa sangat tertinggal. “Kami berharap pengembangan wisata desa akan mendorong pendapatan masyarakat sehingga status desa akan mayoritas menjadi desa berkembang untuk kemudian perlahan bisa masuk kategori maju dan mandiri,” katanya. (ANT/D2) atika@lampungpost.co.id






