SEJUMLAH 17 orang meninggal dunia akibat banjir di provinsi tengah Vietnam dalam sepekan terakhir, sedangkan 13 lainnya dinyatakan hilang. Dalam beberapa hari ke depan, wilayah tengah negara itu harus bersiap menghadapi topan lain. Badai topan Linfa akan membawa lebih banyak hujan dan mengakibatkan banyak banjir.
Pemerintah melaporkan banjir telah memutus pasokan makanan bagi ribuan orang. Sekitar 31 ribu orang mengungsi dan lebih dari 33 ribu rumah terendam dan rusak akibat banjir. Rekaman yang disiarkan oleh VTV menunjukkan para nelayan diselamatkan penjaga pantai dan helikopter saat angin kencang menghantam pantai Vietnam tengah di provinsi tengah Quang Tri.
Vietnam rentan terhadap badai dan banjir yang merusak karena garis pantainya yang panjang. Bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh badai menewaskan 132 orang dan melukai 207 lainnya di negara itu tahun lalu.
Di Tanah Air, pada Sabtu (10/10) malam, pagar dinding pembatas perumahan Melati Recidence yang terletak di Jalan Damai, Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, longsor. Longsoran bangunan dinding pagar menutup badan kali dan merusak rumah warga yang letaknya lebih rendah.
Akibat material longsor yang menutup badan kali, aliran kali terbendung dan limpasan air membanjiri kawasan permukiman lain. Ratusan rumah terendam. Di sisi lain, akibat longsor itu, seorang warga yang tertimpa longsor meninggal dunia dan dua warga lainnya luka-luka. Diduga longsor terjadi akibat dinding pagar yang mengokupansi badan kali tidak dibangun dengan kokoh. (MI/D3)







