PENJABAT Bupati Pringsewu Adi Erlansyah melakukan kunjungan ke Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, guna melihat langsung sentra tapis dan sejumlah spot wisata. Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (27/7) itu merupakan tindak lanjut dari dipilihnya Pekon Lugusari sebagai pekon sentra tapis oleh Gubernur Lampung. Bahkan, dalam dua bulan ke depan Pemkab Pringsewu berencana meluncurkan Pekon Lugusari sebagai pekon wisata di Pringsewu.
Kunjungan diawali dengan melakukan pertemuan para perajin dan pengepul tapis di rumah Kepala Pekon Lugusari, Sarjono. Dalam pertemuan itu dihadiri sejumlah kepala OPD dan para perajin tapis.
Usai memberikan arahan, Pj Bupati Adi Erlansyah langsung melakukan peninjauan sejumlah spot wisata, yakni perkebunan kakao, Jembatan Way Sekampung dengan panjang 350 meter yang menghubungkan Kecamatan Pagelaran dan Pagelaran Utara, dan terakhir melihat langsung Bendungan Way Sekampung di Pekon Bumiratu, Kecamatan Pagelaran.
Pj Bupati menyatakan guna mendukung program pekon wisata tapis di Pringsewu hendaknya OPD terkait, seperti Koperindag dan sejumlah OPD lainnya, bisa berkolaborasi guna menyukseskan program Gubernur tersebut. Ia berharap Diskoperindag harus membuat tim guna membuat spot-spot pariwisata dengan memerinci jarak sekaligus waktu tempuh. Guna mendukung pembuatan spot-spot tersebut hendaknya juga menggunakan drone agar bisa melihat spot pariwisata dari atas sehingga saat ditampilkan bisa terlihat jelas, lokasinya dan berapa lama jarak tempuhnya.
Dalam kunjungan ke spot wisata di lokasi jembatan 350 meter, Bupati menilai banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk mendukung pariwisata di Bendungan Way Sekampung. Menurut dia, untuk memperkenalkan Pringsewu menjadi objek wisata, khususnya Pekon Lugusari sebagai sentra wisata tapis, memang perlu sosialisasi. “Kominfo harus bisa membangun komunikasi dengan sejumlah stakeholder agar pesan bisa sampai ke masyarakat,” ujar dia.
Ketua Forum Komunikasi Pokdarwis Pekon Lugusari, Rudi Harmoko, menyatakan memang Lugusari saat ini menjadi sentra tapis, tetapi dari segi penghasilan masih kurang. “Di sinilah kami melakukan upaya inovasi dengan membuat paket wisata edukasi,” kata dia.
Guna membuat paket wisata edukasi, pihaknya mengaku sudah melakukan road show ke Jawa-Bali untuk penjajakan dengan pokdarwis di Pulau Jawa. “Alhamdulillah Forum Pokdarwis Ciamis, Jabar, merespons program kami, dan saat ini ditunggu apa program riilnya,” ujarnya.
Rudi menjelaskan ternyata masyarakat di Jawa juga bingung jika akan menggelar tur wisata. Sebab, umumnya Pulau Jawa menjadi pilihan/tujuan. “Kenapa tidak ke luar Pulau Jawa, seperti Pringsewu, Lampung,” kata Rudi menirukan Forpok Ciamis.
Menurutnya, ini kesempatan baik Pringsewu untuk membangun objek wisata yang memadai sehingga bisa menjadi tujuan wisata. (WID/D2)






