RAHEEM Sterling yang terus menunjukkan ketajaman di Euro 2020 bakal menjadi perhatian serius kubu Ukraina. Kedua tim akan berlaga pada perempat final di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (4/7) dini hari WIB.
Awalnya, Sterling banyak menerima kritik mengingat penampilannya musim lalu bersama Manchester City dinilai kurang maksimal. Namun seiring berjalannya waktu, Sterling mampu membungkam semua kritik dan kini masuk trek gelar top skor Euro 2020 dengan koleksi tiga gol dari empat laga.
Tidak salah jika bek Ukraina Oleksandr Zinchenko meminta timnya menaruh tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi kepada rekan setimnya di City itu. “Raheem Sterling adalah salah satu gelandang serang terbaik di dunia. Saat ini performanya sedang bagus,” katanya.
“Jelas kami harus memperhatikannya. Kami harus mencoba untuk menghentikannya karena dia sekarang sedang dalam periode yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Banyak suporter sebelumnya meminta beberapa pemain seperti Phil Foden menggantikan posisi Sterling di sayap kiri. Namun, Southgate tetap teguh dengan mengabaikan semua serangan media sosial dan cemoohan terkait pemilihan pemainnya.
“Dia seorang petarung. Dia memiliki ketahanan dan rasa lapar yang luar biasa. Kami tahu perjalanan yang telah dia lakukan bersama Inggris dan saya sangat senang dia bisa memberikan performa yang dia miliki,” ujarnya.
Ukraina bukan tim yang patut diremehkan lantaran mampu melangkah hingga babak perempat final. Di 16 besar, Ukraina tampil gemilang dan menyingkirkan Swedia dengan skor tipis 2-1.
Ini adalah pertama kali Ukraina menembus perempat final Piala Eropa. Pelatih Ukraina, Andriy Shevchenko menyadari Inggris memang lebih superior dari timnya. Akan tetapi, bukan berarti tidak bisa mengalahkan Inggris.
“Inggris adalah tim yang hebat, mereka memiliki kedalaman skuad yang bagus dan staf pelatih yang luar biasa. Kami menyadari betapa sulitnya laga nanti,” kata Shevchenko.
Terakhir kali kedua tim berhadapan di kualifikasi Piala Dunia 2014 dan pertandingan berakhir 0-0. Dalam enam pertemuan terakhir, Inggris menang tiga kali dan kalah sekali dari Ukraina.
“Ukraina akan bermain sepenuh hati demi memberikan lebih banyak alasan untuk para suporter kami bersorak gembira,” kata pelatih berusia 44 tahun itu. (MI/D1)







