DENI ZULNIYADI
SEJAK pandemi Covid-19, sebanyak 9.338 orang menjadi penggangguran di Bengkulu. Jumlah itu berdasar data Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, mengatakan dari jumlah itu ada 2.845 orang kategori bukan angkatan kerja. Sebanyak 7.521 orang sementara tidak bekerja karena Covid-19 dan 114.142 orang mengalami pengurangan jam kerja.
TPT di Bengkulu pada Agustus 2020 mencapai 4,07%, mengalami kenaikan dibandingkan TPT Agustus 2019 sebesar 0,81%.
Total ada 133.846 penduduk usia kerja di Bengkulu yang terdampak Covid-19 dari total penduduk usia kerja 1.499.572 orang pada periode Agustus 2020. “Pengangguran akibat Covid-19 adalah penduduk usia kerja yang termasuk pengangguran dan mempunyai pengalaman bekerja dan persentasenya dari jumlah total penduduk usia kerja adalah 8,93 persen,” kata Win.
Data statistik juga menunjukkan jumlah angkatan kerja di Provinsi Bengkulu pada periode Agustus 2020 sebanyak 1.075.682 orang. Angka itu bertambah 39.728 orang atau naik 3,83 persen dibandingkan Agustus 2019.
2,97 Persen
Sementara penduduk bekerja di Provinsi Bengkulu pada Agustus 2020 mencapai 1.031.881 orang atau bertambah 29.720 jiwa atau 2,97% dibandingkan keadaan Agustus 2019. “Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Bengkulu pada Agustus 2020 mencapai 4,07%, mengalami kenaikan dibandingkan TPT Agustus 2019 sebesar 0,81%,” kata dia.
Win menyebut TPT tertinggi berada di Kota Bengkulu yakni 6,82%, disusul Kabupaten Bengkulu Tengah 4,45%, dan terendah di Kepahiang 2,52%. Kemudian, Bengkulu Selatan 3,52%, Seluma 3,04%, dan Kaur 2,73%.
“TPT paling banyak adalah laki-laki, yakni 4,10% dan perempuan 4,03%. TPT laki-laki mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari Agustus tahun lalu, pada 2019 TPT laki-laki 2,54% dan perempuan 4,42%,” kata Win. (ANT/D1) deni@lampungpost.co.id







