DENI ZULNIYADI
TWITTER menandai cicitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan dia kebal Covid-19 sebagai sebuah informasi yang menyesatkan terkait virus corona. “Sebuah pesan yang utuh dan total dari para dokter Gedung Putih kemarin. Artinya aku bisa jadi (imun) dan tidak akan menularkan. Kabar yang sangat baik,” cuit Trump di Twitter, Minggu (11/10).
Unggahan itu mendapatkan tanda dari Twitter dengan sebuah pernyataan penolakan yang menyatakan itu melanggar aturan Twitter soal menyebarkan informasi yang menyesatkan dan berpotensi berbahaya terkait Covid-19.
Salah seorang perwakilan Twitter mengatakan sudah membuat klaim kesehatan menyesatkan tentang Covid-19 atas cuitan itu. “Keikutsertaan dengan unggahan tersebut akan sangat dibatasi sebagai standar di kasus semacam itu,” kata dia, Senin (12/10).
Sepertinya saya kebal, entahlah, mungkin lama dan mungkin pendek, bisa seumur hidup, tidak ada yang benar-benar tahu, tetapi saya kebal.
Trump telah menyatakan sudah sembuh sepenuhnya dari Covid-19 dan tidak akan menularkan penyakit itu pada orang lain. Hal itu membuatnya bebas untuk kembali menggelar kampanye besar selama minggu-minggu final Pemilu AS.
Presiden AS itu mengumumkan pertama kali positif terjangkit Covid-19 pada 2 Oktober 2020. Dokter yang menangani Trump, Sabtu (10/10), mengatakan Presiden sudah menjalani tes dan menunjukkan hasil ia tidak lagi menular.
Bukti nyata ilmiah masih belum jelas berapa lama seseorang akan sembuh dari Covid-19, punya antibodi dan terlindung dari infeksi kedua.
Trump bersemangat kembali berkampanye setelah absen lebih dari seminggu. Dia berencana melakukan perjalanan ke Florida pada Senin (12/10) lantas ke Pennsylvania dan Iowa pada Selasa (13/10) dan Rabu (14/10) berturut-turut.
Kebal Covid-19
Sebelumnya, Trump menyatakan kebal Covid-19 dan bersiap kembali ke jalur kampanye untuk mempertahankan kursi presiden melawan saingannya, Joe Biden, dari Partai Demokrat. “Sepertinya saya kebal, entahlah, mungkin lama dan mungkin pendek, bisa seumur hidup, tidak ada yang benar-benar tahu, tetapi saya kebal,” kata Trump dalam wawancara Fox News, sehari setelah dokternya menegaskan dia tidak lagi berisiko menularkan penyakit tersebut.
Trump pun menyerang Biden, lantaran lawannya selalu menggunakan pendekatan yang hati-hati terkait virus mematikan itu. Dia mengklaim sebagai presiden yang kebal dan tidak harus sembunyi dalam menangani pandemi, seperti narasi yang sering diucapkan Biden. (MI/D1) deni@lampungpost.co.id







