UMAR ROBBANI
PEMERINTAH Provinsi Lampung bergerak cepat dalam membuat posko desa dan kelurahan lawan covid-19 di Bumi Ruwai Jurai. Hal tersebut guna mengantisipasi penyebaran pandemi dilapisan masyarakat dan juga sebagai tempat pengecekan bila adanya warga luar daerah yang masuk.
Sesuai informasi yang dihimpun, data pendirian posko desa lawan covid-19 di Provinsi Lampung sampai dengan 2 Mei 2021 secara umum di Lampung tersebar di 228 Kecamatan, 205 kelurahan dan 2.435 desa.
Posko covid-19 yang tersedia ada 205 posko di tingkat kelurahan dan 2.435 posko ditingkat desa. Dari 15 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung semuanya sudah 100% ada posko desa dan kelurahan lawan covid-19.
Posko Desa Lawan Covid-19 terbanyak ada di Lampung Tengah dengan 301 posko, disusul Tanggamus dengan 299 posko dan Lampung Timur dengan 264 posko. Sementara di Metro dan Bandar Lampung tidak memiliki Desa, namun memiliki Posko Kelurahan yakni di Bandar Lampung ada 126 posko kelurahan lawan covid-19 dan di Metro ada 22 posko kelurahan lawan covid-19.
“Data terakhir sudah 100% semua setiap desa dan kelurahan memiliki posko. Di tiga kabupaten yakni Lampung Timur, Pesawaran, dan Mesuji tidak memiliki kelurahan, semuanya desa. Sumber dana Posko Lawan Covid-19 Kelurahan bersumber dari APBD kabupaten/kota. Sedangkan Posko Lawan Covid-19 desa bersumber dari Dana Desa,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Lampung, Zaidirina kepada Lampost, Minggu (2/5).
Jajarannya juga sudah sejak lama menginstruksikan kepada seluruh desa, terkait dengan Intruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021, Laporan PPKM Mikro 2021. Kerjasama seluruh desa dan kelurahan membuat Posko Covid-19 se Provinsi Lampung sangat diperlukan.
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi juga telah melakukan rapat koordinasi pelaksanaan PPKM bersama Bupati/Walikota se Lampung dan meminta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan dan melakukan tes rapid antigen kepada masyarakat pendatang pada saat libur Idul Fitri 1442 Hijriah.
Kemudian pihaknya juga mendorong kepala desa melakukan protokol kesehatan melakukan tes antigen di setiap desa. “Kalau reaktif tentunya dilakukan langkah medis dan menyiapkan karantina. Apalagi Provinsi Lampung letaknya sangat strategis dan merupakan gerbang pulau Sumatera sehingga bersifat terbuka yang memudahkan semua orang untuk masuk ke Provinsi Lampung,” jelasnya.
Maksimalkan Pengawasan
Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Bandar Lampung Ahmad Nurizky mengatakan Satgas telah membentuk posko di setiap kecamatan. Hal itu untuk memaksimalkan pengawasan selama penerapan PPKM mikro.
Posko tersebut telah dibentuk sebelum perluasan PPKM di Lampung. Sehingga, lanjut Nurizky, pihaknya tinggal memaksimalkan personel yang ada.
Hal itu dilakukan dengan menyiapkan personel satgas di setiap RT. Hal itu dilakukan sesuai instruksi pemerintah untuk memperketat penerapan protokol kesehatan di masyarakat.
“Patroli satgas kami lakukan dengan memaksimalkan Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan,” ujarnya. (TRI/S1)
umar@lampungpost.co.id







