PENERAPAN PPKM mikro diperketat dan PPKM darurat di sejumlah wilayah tak menghentikan agenda vaksinasi. Kali ini giliran TNI yang melaksanakan vaksinasi guna mendukung pemerintah untuk percepatan kekebalan kelompok (herd immunity).
Vaksinasi dilaksanakan oleh jajaran TNI AD jajaran Kodim 0421 Lampung Selatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, yang diadakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran, Senin (12/7).
Selain itu, vaksinasi juga dilakukan jajaran TNI Kodim 0422/Lampung Barat.
Vaksinasi yang dilakukan jajaran Kodim 0421 Lampung Selatan diselenggarakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran. Tampak ratusan warga antusias mengikuti program vaksinasi gratis itu.
“Program ini kita laksanakan, guna mendukung program pemerintah pusat yaitu satu juta vaksin satu hari, dan ini juga kita lakukan agar penyebaran virus corona di Pesawaran dapat ditekan,” ujar Sersan Ahmad Susio mewakili Danramil Gedongtataan Kapten Infantri Sukandi, Senin (12/7).
Ia menuturkan pada agenda vaksinasi ini pihaknya menyiapkan 29 vial vaksin atau sekitar 290 kuota vaksin untuk warga.
Selain di RSUD, lanjutnya, pelaksanaan vaksinasi dilakukan juga di Desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon dengan menyediakan vaksin 15 vial atau untuk 150 orang.
Di Lampung Barat, vaksinasi digelar Kodim 0422 di aula Sudirman Makodim setempat. Ratusan warga juga antusias mengikuti program vaksin gratis jajaran TNI itu. Bahkan banyak warga yang urung divaksin karena kouta vaksin hanya cukup untuk 400 dosis.
Komandan Kodim 0422/LB Letkol Czi Benni Setiawan (Han), menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah datang dan bersedia untuk divaksin.
Menurutnya, kesediaan masyarakat yang sudah ikut vaksin ini juga sebagai bagian dari bela negara. “Sebab melalui suntik vaksin ini, maka masyarakat akan lebih sehat dan secara otomatis bisa berjuang untuk bersama-sama untuk membangun negara ini sesuai dengan bidangnya masing–masing,” tegasnya.
Dandim juga mengimbau agar masyarakat yang sudah divaksin untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab setelah divaksin bukan berarti langsung kebal dari serangan Covid-19, tetapi tetap mematuhi Prokes 5M. (CK1/ELI/TOR/S1)







