SAAT ini masyarakat khususnya pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri menggunakan Oxymeter untuk memeriksa saturasi oksigen secara rutin. Namun, masyarakat juga perlu memperhatikan kualitas alat yang digunakan untuk mendapatkan hasil yang benar.
Terkait hal itu, Wakil Ketua IDI Lampung dr Boy Zaghlul Zaini menyarankan untuk membeli alat pengukur kadar oksigen pada tubuh itu di gerai resmi. Hal tersebut untuk menghindari penggunaan Oxymeter yang tidak tepat.
Menurutnya, tidak ada jaminan jika pembelian Oxymeter di tempat yang tidak resmi. Jika alat tidak bisa mengukur saturasi oksigen dengan tepat malah akan berbahaya bagi pasien.
“Oxymeter itu bisa dibeli di toko-toko alat kesehatan, lebih terjamin kualitasnya. Kalau di apotek tidak ada,” ungkapnya, Senin (12/7).
Ia juga menyarankan agar Oxymeter tidak dibeli secara online karena masyarakat tidak bisa memeriksa kondisi alatnya secara langsung. Sehingga sangat rawan masyarakat tertipu oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Sulit memang membedakannya, maka kalau bisa jangan beli online atau perorangan, langsung saja di toko alat kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Lampung, kasus Covid-19 kembali melonjak drastis yakni diangka 430 kasus baru. Penambahan itu membuat jumlah kasus korona di Lampung mencapai total 25.470.
Meski terus mengalami penambahan, tetapi angka kesembuhan di Lampung mencapai 80,77%. Yakni 20.574 pasien dari total kasus yang ada. Walau demikian, angka kematian di Lampung masih berada di atas rata-rata nasional yakni 5,49% atau berjumlah 1.400 jiwa.
Terdapat tiga daerah saat berstatus zona merah yakni Bandar Lampung, Lampung Utara, dan Pringsewu. Sementara itu sebanyak 10 daerah berstatus zona oranye dan 2 daerah berstatus zona kuning. (CR1/S1)







