KESADARAN ihwal kebiasaan cuci tangan pakai sabun masyarakat pada September turun 6,54% dari April lalu. Hal itu terjadi disinyalir akibat minimnya fasilitas cuci tangan.
Hal itu seperti yang diakui Rosmiyati, salah satu warga Bandar Lampung. Ia mengatakan tidak mudah mencari fasilitas cuci tangan, terlebih di tempat umum.
Menurut warga yang juga pedagang di Pasar Bambu Kuning itu, fasilitas cuci tangan telah disediakan. Namun, fasilitas itu kerap tak tersedia air atau sabun.
“Ada tempat cuci tangan tapi sering enggak ada airnya jadi ya harus ke kamar mandi kalau mau mencuci tangan,” kata dia, Selasa (6/10).
Sementara itu, Ahmad Riyadi, warga Tanjungkarang Pusat, mengatakan fasilitas cuci tangan di tempat umum masih terbatas. Sehingga kadang orang mesti antre untuk mencuci tangan.
Hal itu membuat kebanyakan masyarakat merasa direpotkan karena tidak terbiasa. Bahkan, dirinya lebih memilih menggunakan hand sanitizer ketimbang mencuci tangan.
“Kalau saya memilih pakai hand sanitizer saja, karena lebih simpel tak perlu mencari air untuk membilas,” ujarnya. (CR1/S1)







