SEKITAR 10% kesadaran masyarakat di Pasar Liwa, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, ternyata masih rendah untuk mengenakan masker dengan benar.
Padahal, mematuhi protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak merupakan cara untuk mencegah penularan virus yang pertama kali mewabah di Wuhan, Tiongkok itu.
“Rata-rata masyarakat bahkan 100% terlihat memang sudah memiliki masker, tapi sangat disayangkan masih ada yang tidak memakainya dengan benar,” kata Koordinator Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Pelda Agus Wahyudi yang sempat melaksanakan razia masker di Pasar Liwa, Jumat (2/10).
Ia menambahkan, masih ditemukan adanya masyarakat yang mau mengenakan masker ketika ada aparat datang melakukan razia. Padahal memakai masker itu tujuannya untuk melindungi diri, keluarga, dan orang lain.
Terkait hal itu, Pelda Agus mengingatkan kepada warga tersebut, baik pengunjung pasar maupun pedagang untuk sadar dengan cara mengenakan maskernya itu secara benar agar terhindar dari penularan Covid-19 ini.
Selain memakai masker, ia juga mengingatkan agar warga sering cuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.
Ia meminta masyarakat jangan takut karena melihat ada aparat datang lalu buru-buru pakai maskernya. Tapi takutlah karena penyakit dan pakailah masker itu dengan kesadaran sendiri untuk melindungi diri. Sayangilah diri dan keluarga, jangan bawa pulang virus ke rumah.
“Jangan takut karena ada aparat tapi takutlah karena penyakit, pakailah masker itu dengan benar,” kata Awie, salah satu aparatur Kodim 0422 saat menegur Fikri, seorang pedagang buah di Terminal Liwa yang didapati tidak mengenakan masker Jumat (2/10).
Pernyataan yang sama juga disampaikan Camat Balikbukit Lambar Akmal Hakim ketika memantau disiplin warga dalam melaksanakan 3M saat mengunjungi Pasar Liwa, Jumat (2/10).
Akmal, mengaku jika ia dan aparatur lain setiap Selasa dan Jumat terus melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan bersama lintas sektor lain.
Namun ternyata masih saja ada warga yang ditemukan tidak mengenakan masker dengan benar. Maskernya sudah ada tapi cuma dikalungkan saja. Namun demikian, pihaknya akan terus melaksanakan penegakan disiplin protokol kesehatan itu.
“Masih adanya masyarakat yang tidak patuh, itu kemungkinan karena sanksi yang diberikan belum membuatnya jera dan perlu adanya sanksi yang lebih tegas lagi,” kata Akmal.
Sementara itu, Fikri pedagang buah, mengaku tidak mengenakan masker dengan benar karena habis merokok. Namun, ia berterima kasih sudah diingatkan. Demikian juga Sulton, salah satu pedagang di Pasar Liwa mengaku sedang merokok maka maskernya dilepas.
Berbeda dengan Yeni, salah satu pengunjung Pasar Liwa saat ditemukan tidak mengenakan masker dengan benar dengan alasan sedang berbicara untuk transaksi dengan pedagang. “Tadi saya berbicara untuk transaksi sehingga masker saya lepas,” kata Yeni. (ELI/S1)







