PEMERINTAH Provinsi Lampung meminta kepada masyarakat khususnya panitia kurban di Hari Raya Idhul Fitri 1442H/2021M untuk cermat melakukan proses pemotongan hewan kurban dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.
Kemudian pembagian daging kurban dengan cara door to door langsung ke rumah masyarakat yang membutuhkan untuk menghindari terjadinya kerumunan.
Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung, Qudrotul Ikhwan menghimbau agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan ketika berkurban.
Kemudian jangan menimbulkan kerumunan banyak orang apalagi pandemi covid-19 masih menjadi ancaman semua pihak. Panitia kurban juga perlu mencatat dan mendata siapa saja yang berhak mendapatkan daging kurban secara merata.
“Kita meminta pemotongan dilakukan di tempat pemotongan saja untuk menghindari kerumunan. Tapikan terkadang masyarakat memotongnya sendiri. Maka kita minta panitia memanivestasikan data warga siapa saja yang mendapatkan daging kurban dan panitia langsung menyampaikan ke rumah-rumah secara door to door,” katanya, Rabu (14/7).
Ia mengatakan untuk di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung baru tercatat 23 ekor sapi kurban, kemungkinan akan bertambah lagi hewan kurbannya. Apalagi saat ini polanya PNS dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyerahkan hewan kurban kemudian panitia kurban yang membagikan daging kurbannya.
“Sementara untuk sapi presiden rencananya ada 1 ekor dengan berat 500 kg ke atas biasanya, tapi belum dateng,” katanya.
Pemerintah melalui Menterian Agama juga sudah membuat Surat Edaran Nomor: 16 Tahun 2021 tentang petunjuk teknis penyelenggaraan malam takbiran, shalat idul adha, dan pelaksanaan qurban tahun 1442H/2021M.
“Ketika menyembelih hewan kurban wajib penerapan jaga jarak fisik, penerapan protokol kesehatan, kebersihan petugas dan pihak yang berkurban serta penerapan kebersihan alat.” (TRI/S1)







