UMAR ROBBANI

BIDANG Penanganan Kesehatan, Satgas Covid-19 meluncurkan program penguatan tracing dalam penanganan pandemi, Selasa (3/11). Upaya ini dilakukan melalui rekrutmen terbuka sukarelawan contact tracer dan data manager di 51 kabupaten/kota.
Program ini diluncurkan langsung Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Brigjen TNI (Purn) Alexander K Ginting S.
Program itu tersebar di 10 provinsi prioritas, yakni Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Muhammad Budi Hidayat menegaskan perlunya upaya penguatan kemampuan dan kompetensi para sukarelawan contact tracer di lapangan.
Mereka akan menggunakan aplikasi pelacakan terintegrasi, manajemen stigma, dan komunikasi risiko, serta pendampingan karantina dan isolasi mandiri.
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Vensya Sitohang juga menegaskan pentingnya ada sukarelawan contact tracer, karena masih tingginya jumlah kasus harian terkonfirmasi.
Dibutuhkan cara yang lebih efektif dalam melacak dan mengarahkan karantina pada orang yang terduga kontak erat, serta mendampingi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat menjalani isolasi. Sejumlah 1.612 puskesmas menjadi target penambahan 8.060 tracer se-Indonesia.
Dengan cara ini, diharapkan daerah-daerah dapat mendeteksi lebih dari 80% kontak erat dari kasus konfirmasi dalam waktu 72 jam, serta melakukan pemantauan terhadap kontak erat hingga 14 hari sejak terpapar atau berkontak dengan individu terkonfirmasi Covid-19.
Kasus Lampung
Sementara itu, berdasar pada data Satgas Covid-19 Lampung, jumlah kasus di Bumi Ruwa Jurai kembali bertambah 52 orang, Selasa (3/11). Dengan demikian, total kasus saat ini sudah 1.936.
Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 554 pasien kasus konfirmasi masih menjalani isolasi. Dari total kasus yang ada, jumlah pasien yang selesai menjalani isolasi pun mengalami penambahan 22 orang. Saat ini pasien yang selesai menjalani isolasi atau sembuh berjumlah 1.301 pasien.
Dari penambahan kasus baru, satu di antaranya ternyata perempuan asal Lampung Tengah berusia 36 tahun yang sedang hamil. Ia diketahui positif saat hendak memeriksakan kehamilannya. Pasien diwajibkan mengikuti rapid test dan hasilnya reaktif.
Juru bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana mengungkapkan pasien itu langsung melakukan swab test dengan hasil positif Covid-19. “Saat ini, pasien sedang menjalani isolasi pemerintah di Lampung Tengah,” ujarnya. (IKZ/S1)







