PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) 70 sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP di Pesawaran telah berjalan sejak Senin (5/4). Protokol kesehatan secara ketat diterapkan setiap jajaran dewan guru hingga siswa.
Satu per satu guru dan siswa yang ingin memasuki ruang kelas mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir. Lalu satu per satu pula mereka diukur suhu tubuh menggunakan thermogun. Tentunya tidak boleh satu pun peserta didik dan tenaga pendidik masuk tanpa masker.
Sementara di dalam kelas, jarak duduk antarsiswa dan guru juga telah diatur agar tidak berkerumun. Siswa yang masuk juga dibatasi hanya 50% setiap kelas. Demikian pandangan yang dapat disaksikan di SDN 14 Way Lima, Rabu (7/4).
“Kita bisa melihat sendiri tadi, setiap ruang kelas yang ada di depannya sudah ada tempat cuci tangan dan sabun yang telah disiapkan pihak sekolah. Kemudian anak murid maupun guru yang ingin masuk ke areal sekolah dicek suhu tubuhnya lebih dahulu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesawaran Fauzan Suaidi saat memantau PTM di SDN 14 Way Lima, kemarin.
Kedatangan Fauzan dalam rangka memastikan sarana dan prasarana penunjang penerapan protokol kesehatan di setiap sekolah yang menggelar PTM sudah maksimal.
Ia mengatakan kegiatan yang dilakukan pihak sekolah ini sesuai dengan apa yang disarankan Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah terkait tata laksana dan anjuran KBM tatap muka di tengah pandemi sudah terlaksana.
“Tadi saya juga menyempatkan interaksi dengan anak-anak, dan mereka merasa senang bisa melakukan KBM tatap muka. Karena adanya kerinduan mereka terhadap guru dan teman, mereka lebih suka tatap muka daripada daring,” kata dia.
Menurutnya, untuk menentukan sekolah bisa menggelar KBM tatap muka, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan stakeholder terkait. “Ke-70 sekolah ini bukan asal tunjuk saja, melainkan berdasar pada pantauan zona dan paparan penyebaran Covid-19,” ujar Fauzan.
Koordinator Kecamatan Pendidikan Kecamatan Way Lima Toni menuturkan pelaksanaan PTM terbatas dengan ketentuan kehadiran siswa 50%. Jam pelajaran dibagi menjadi dua sesi. “Pada sesi pertama dilakukan mulai pukul 07.30 hingga 09.30. Kemudian pada sesi kedua dimulai pada pukul 10.00-12.15,” kata dia. (CK1/S1)







