TINGKAT stres akan sangat berpengaruh terhadap daya tahan atau imunitas tubuh seseorang. Imunitas adalah sistem alami pada manusia yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus penyebab penyakit.
Wakil Ketua IDI Lampung, Boy Zaghlul Zaini, mengatakan pada massa pandemi Covid-19, tingkat stres masyarakat cenderung meningkat. Hal ini di antaranya disebabkan oleh kepanikan berlebih akan corona dan tingkat perekonomian masyarakat yang menurun akibat serangan wabah tersebut.
“Bagi masyarakat, hendaknya jangan terlalu meratapi kondisi ini karena itu akan memicu stres. Kalau kita stres, hormon adrenalin meningkat dan itu bisa mengurangi daya tahan tubuh. Semua harus berpikir positif, harus berinovasi, agar kita tetap produktif di masa pandemi ini,” kata dia dalam acara Forum Diskusi Online Kebiasaan baru dengan tema Imunitas prima bantu tubuh melawan korona, beberapa waktu lalu.
Narasumber lain dalam diskusi itu, dosen Penjaskes Unila, Rahmad Hermawan, menjelaskan pentingnya aktivitas fisik dalam memelihara imunitas. Sebab, apabila jarang gerak, tubuh akan mengalami hipokinetik, yang bisa mengakibatkan penurunan fungsi tulang, otot, hingga jantung.
“Itulah yang bisa membuat berbagai penyakit mudah masuk dalam tubuh. Selama pandemi, masyarakat tetap bisa melakukan olahraga dari rumah. Misalnya, dengan olahraga joging di sekitar rumah sehabis subuh. Pada saat subuh, orang belum ramai,” kata dia.
Sekretaris DPD Persagi Lampung, Ari Nugroho, menjelaskan dalam menjaga daya tahan tubuh juga dibutuhkan konsumsi gizi seimbang. Menurut dia, gizi bukan hanya soal makanan yang dikonsumsi.
Ia menuturkan terdapat porsi yang harus terpenuhi dalam sehari untuk pola makan, yakni makanan pokok, buah, lauk, dan sayur dalam porsi makanan. “Tidak cukup dengan itu, kita juga menerapkan 3M dengan menjalani PHBS, melakukan aktivitas fisik, serta menjaga berat tubuh secara optimal,” ujar dia. (IMA/D3)







