• LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST UPDATE
  • SAI 100FM
  • SUMA.ID
Selasa, April 28, 2026
Berlangganan
Konfirmasi
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Berlangganan
  • Konten Premium
  • E-Paper
  • Indeks
  • Log in
Beranda Kolom

Melihat Laut   

Sri Agustina Editor Sri Agustina
20 Desember 2019
di dalam Kolom, Refleksi
A A
Jalan tol Lampung-Palembang, memangkas waktu tempuh. (DOK.LAMPUNG POST)

Jalan tol Lampung-Palembang, memangkas waktu tempuh. (DOK.LAMPUNG POST)

Share on FacebookShare on Twitter
Iskandar Zulkarnain Wartawan Lampung Post

“AKU ingin lihat laut,” kataku kepada teman sepermainan bernama Idris Fahmi di Palembang, 35 tahun silam. Laut yang dimaksud adalah Sungai Musi.

Jika orang di luar Palembang mendengar kalimat itu terkaget-kaget karena memang sungai disamakan dengan laut. Sungai yang membelah Kota Palembang itu, kini dijadikan eksotis wisata kebanggaan.

Tidak hanya Sungai Musi disebut laut, ada juga gunung, pulau, dan pantai di Palembang. Gunung yang dibanggakan adalah Gunung Meru. Pulau Kemaro serta pantainya adalah sebuah kawasan pinggiran sungai—pantai di Bagus Kuning, Plaju. Begitu caranya wong Palembang menyebutnya agar tempat tersebut memiliki daya tarik untuk dikunjungi.

BACA JUGA

Menanti Islamabad Talks Jilid 2: Harapan Damai Iran-AS

Perilaku Pro-Lingkungan: Antara Kesadaran, Tren, dan Tanggung Jawab Moral

Perang dan Isu Krisis Lingkungan: Telaah Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Iran Melawan Hegemoni Petrodolar

Kini wong Palembang benar-benar ingin melihat laut bukan lagi sungai. Sejak dibukanya jalan tol trans-Sumatera (JTTS) yang menghubungkan Palembang hingga Lampung, banyak mobil bernomor pelat BG (Sumatera Selatan) parkir di hotel, di kawasan wisata pantai di Bandar Lampung dan Pesawaran.

Tidak kaget pula setiap kali liburan sekolah dan weekend—tempat wisata di Lampung disesaki pengunjung berbahasa logat Palembang. “Lemak nian (enak benar) di Lampung ini ada pantai dan gunungnya,” kata temanku, Nurdin, saat berada Pantai Ringgung, Pesawaran.

Dia membandingkan Palembang dengan Bandar Lampung yang banyak menyimpan objek wisata bahari.  “Laut benar-benar laut. Pantai memang benar-benar pantai. Banyu-nya (air) asin. Tidak rasa campa (tawar) Sungai Musi,” kata Nurdin kepadaku siang itu.

Apalagi ada jalan tol Palembang—Lampung yang mempersingkat jarak dan waktu tempuh. Dulu bisa 10—12 jam, kini paling lama empat jam bisa ke Lampung. Warga kota pempek bisa menghabiskan liburan di Tanah Lada.

Selain wong Palembang ke Lampung, ada juga banyak mobil bernomor pelat BH (Jambi) dan B (Jakarta) nongkrong di kawasan parkir sepanjang pantai di Pesawaran. Bahkan mereka ada yang menginap di Pulau Tegal Mas, Pahawang, dan Teluk Kiluan—melihat eksotis lumba-lumba dan hiu.

Temanku Nurdin dari Palembang memiliki pengalaman saat melintasi tol. Kata dia, kehadiran jalan tol menjadi pemicu pemerintah kabupaten dan kota serta masyarakat berpromosi lebih giat lagi membangun daerah. Panaragan, contohnya, kata Nurdin lagi, ibu kota Kabupetan Tulangbawang Barat itu memiliki objek wisata Masjid 99 Asma Allah.

Penikmat wisata melihat pintu tol sepanjang ruas Pematangpanggang hingga Bakauheni banyak memanfaatkan potensi daerah. Kalianda, kota yang menyimpan wisata pantai berhadapan langsung dengan Anak Gunung Krakatau. Sehingga kehadiran tol tidak mematikan perekonomian daerah.

Daerah harus menciptakan pusat industri baru berdasarkan pertanian, perkebunan, dan perikanan. Anak-anak Lampung jangan menjadi penonton di daerah sendiri. Operator tol juga harus melibatkan pengusaha lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta komunitas daerah untuk memperkuat tempat-tempat peristirahatan di sepanjang jalan tol.

***

Lampung kian kuat memiliki daya sedot wisatawan. Sebab, pantai nanindah dan laut biru menjadi pilihan tempat liburan. Apalagi ada jalan tol sumatera dan dermaga eksekutif di Bakauheni yang dibuka 24 jam. Lampung berbenah menyambut kedatangan wisatawan.

Kesiapan infrastruktur jalan tol menyambut liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Jalan tol Palembang—Kayuagung, kata dia, dibuka secara fungsional dan gratis mulai berlaku 23 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020. Ini momen mempromosikan wisata Lampung.

Patut diingat! Untuk saat ini, jalan tol menjadi perhatian serius karena fasilitas di jalan bebas hambatan itu masih serbadarurat. Penikmat liburan harus superwaspada di ruas tol Palembang—Kayuagung—Pematangpanggang—Terbanggibesar. Jalannya masih bergelombang, rambu-rambu lalu lintas masih minim, serta rest area serbaterbatas.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Korlantas Mabes Polri Irjen Istiono mengingatksn penikmat jalan tol. “Ketersediaan rest area di sepanjang jalan tol Lampung hingga Palembang menjadi perhatian menteri perhubungan,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengutip pesan menhub melalui WhatsApp, pekan ini.

Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Nataru akan  meningkat. Bahkan Polri melihat terjadi kerawanan kecelakaan di sepanjang  ruas Pematangpanggang—Kayuagung sejauh 100 kilometer. Di ruas itu tidak memiliki pintu tol dibanding ruas Bakauheni—Pematangpanggang.

Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengingatkan pemudik bahwa ruas jalan itu  jadi perhatian khusus. Patroli berkala selama Operasi Lilin serta sosialisasi kesiapan pengemudi sebelum memasuki jalan tol. Saatnya batas kecepatan di jalan tol disorot polisi karena tidak lebih dari 100 kilometer per jam.

Di Negeri Kangguru, pengemudi di jalan tol tidak lebih dari 100 kilometer per jam. Batas kecepatan di Australia wajib dipatuhi jika melebihi masuk pelanggaran berat. Bagaimana di Indonesia? Melihat jalan sepi, pengemudi seenak udelnya ngebut mencapai 160 kilometer per jam.

Ada lagi pengemudi truk berpindah jalur dengan seenaknya. Ini salah satu mesin pembunuh di tol. Banyak korban bergelimpangan akibat berpindah tanpa memperhatikan rambu-rambu dan peraturan berlaku. Coba hitung sudah berapa ratus nyawa melayang karena tidak tertib di jalan tol.

Saatnya menggencarkan pemeriksaan pemenuhan standar pelayanan di jalan tol. Truk tidak boleh lalu lalang selama musim liburan. Hindari jalan lurus dan lancar mengantar pengemudi ke rumah sakit. Liburan harusnya membawa kegembiraan dan keceriaan ingin melihat laut dan pantai, bukan diselimuti kedukaan mendalam karena masuk liang kubur.  ***

Tags: melihat lautRefleksiTol
berbagiTweetMengirim
Posting Sebelumnya

Kiprah dan Perjuangan Ibu di Mata Milenial

Posting berikutnya

KUR Wujudkan Demokrasi Ekonomi

Sri Agustina

Sri Agustina

Posting berikutnya
PIXABAY

KUR Wujudkan Demokrasi Ekonomi

INT

UN Dihapuskan, Bimbel Terancam Tutup

Momen Ramadan dan Paskah Momentum Memupuk Toleransi

Terkenang Gus Dur

LAMPUNG POST/ZAINUDDIN

Kesuksesan Keluarga Ada pada Sosok Ibu

KERJA SAMA. Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin (kiri) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan kerja sama kedua pihak di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (20/12). (MI/ANDRI WIDIYANTO)

Kemendagri Gandeng PPATK Awasi Anggaran Pemda

BERITA TERBARU

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Selasa, 28 April 2026 28 April 2026
  • Menanti Islamabad Talks Jilid 2: Harapan Damai Iran-AS 27 April 2026
  • Perilaku Pro-Lingkungan: Antara Kesadaran, Tren, dan Tanggung Jawab Moral 27 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 27 April 2026 27 April 2026
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 24 April 2026 24 April 2026

TOP NEWS

Benang Merah Konflik Manusia dengan Satwa

23 Ribu Peserta Gagal Masuk SMA/SMK Negeri

Tembus Rp12,42 Miliar Ekonomi Syariah kian Kokoh

Jalur SPMB SMP Prioritaskan Jarak

Perencanaan Keuangan Kunci Kemapanan Finansial

Perkuat Akses Keuangan Inklusif

Kebingungan Peserta Warnai Hari Pertama SPMB

Buka Ekspor Sawit di Pasar Eropa

Perketat Pengawasan Truk ODOL

Kreatif Hadapi Efisiensi Anggaran

POPULAR POST

  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Kamis, 23 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Rabu, 22 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Jum’at, 24 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Koran Digital Lampung Post, Edisi Senin, 27 April 2026

    0 shares
    berbagi 0 Tweet 0
  • Opini

    1 shares
    berbagi 1 Tweet 0
Facebook Twitter Youtube RSS Instagram

Tentang Kami

Lampost.co adalah laman berita resmi Harian Umum Lampung Post. Laman ini berada dalam naungan PT Masa Kini Mandiri, penerbit Koran Lampung Post yang menyajikan informasi berkualitas untuk melengkapi kehadiran koran edisi cetak di masyarakat.

Alamat Kami

PT Masa Kini Mandiri, Jl. Soekarno – Hatta No. 108, Hajimena, Lampung Selatan

Phone : (0721) 783-693
Fax : (0721) 783-578
Email : redaksi@lampungpost.co.id

Redaksi
Tentang Kami

Iklan & Sirkulasi

Sri Agustina : 0895-3463-91035
Ja’far Shodiq : 0812-1811-4344
Dat S Ginting 0822-6991-0113
Setiaji B. Pamungkas : 0813-6630-4630

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • LAPORAN UTAMA
  • EKONOMI
  • KOTA
  • RUWA JURAI
  • PENDIDIKAN
  • RAGAM
  • OPINI
  • FOKUS
  • E-PAPER
  • INDEKS

Copyright © 2026. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

Open chat
1
Anda butuh bantuan ?
Admin Lampungpost.id
Halo, ada yang bisa kami bantu ?