• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 29/01/2026 03:17
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Hiburan

3 Alasan Utama Banyak Musisi Indonesia Cabut dari Spotify

Banyak musisi Indonesia dan internasional cabut dari Spotify. Artikel ini membahas tiga alasan utama boikot yang semakin meluas.

Nana HasanbyNana Hasan
26/09/25 - 09:51
in Hiburan, Nasional
A A
Spotify

Jakarta (Lampost.co) – Gelombang boikot terhadap Spotify semakin meluas di kalangan musisi Indonesia dan internasional. Band Majelis Lidah Berduri dari Yogyakarta ikut menarik katalog musik mereka. Langkah ini menegaskan sikap musisi terhadap masalah etika, finansial, dan sistem kapitalisme.

Poin Penting

  • Majelis Lidah Berduri cabut dari Spotify dukung gerakan #FreePalestine.
  • CEO Spotify investasi pada perusahaan pertahanan berbasis AI.
  • Masalah royalti dan transparansi finansial Spotify merugikan musisi.
  • Gerakan moral musisi tolak sistem kapitalisme yang eksploitatif.

Majelis Lidah Berduri sebelumnya dikenal sebagai Melancholic Bitch. Melalui akun Instagram, mereka menyatakan dukungan pada gerakan #FreePalestine. Mereka menolak ekonomi ekstraktif dan sistem yang dinilai tidak adil bagi pendengar.

1. CEO Spotify Terlibat Industri Pertahanan Militer

Para musisi memprotes investasi CEO Spotify, Daniel Ek, pada perusahaan pertahanan berbasis AI Helsing. Perusahaan itu mendapat lebih dari Rp1,6 triliun dari modal ventura Prima Materia milik Ek.
Helsing memakai kecerdasan buatan untuk analisis medan perang, pengembangan drone, pesawat, dan kapal selam.

Band Deerhoof menolak keras keterlibatan ini. Mereka menegaskan tidak ingin musiknya terikat teknologi militer yang membunuh manusia. Massive Attack juga bergabung dalam inisiatif “No Music for Genocide” sebagai bentuk protes.

Majelis Lidah Berduri menyebut Spotify “pro genosida Palestina.” Mereka menilai investasi Spotify pada teknologi perang sebagai pelanggaran serius etika kemanusiaan. La Ngetnik mengecam tindakan ini karena di nilai tidak pantas secara moral dan kemanusiaan.

2. Masalah Royalti dan Transparansi Finansial

Selain isu etika, para musisi kecewa dengan sistem royalti Spotify yang dianggap rendah.
Banyak musisi menyebut transparansi Spotify masih bermasalah dan merugikan seniman.
Jamie Stewart dari Xiu Xiu menyebut kualitas suara Spotify sebagai “lelucon.”

Rifan Khoridi dari La Ngetnik mengungkapkan data streaming yang tidak transparan.
Ia menilai perbedaan data pendengar membuat musisi sulit memperoleh laporan jujur.
Masalah ini mendorong musisi mempertimbangkan platform alternatif yang lebih adil.

3. Gerakan Moral dan Sikap Anti-Kapitalisme

Gerakan boikot ini juga mencerminkan sikap anti-kapitalisme yang semakin kuat. Banyak musisi independen menolak sistem ekonomi eksploitatif yang menguntungkan perusahaan besar. Deerhoof menegaskan mereka bisnis kecil yang menolak pendanaan persenjataan terkomputerisasi.

Para musisi mulai beralih ke model distribusi lebih adil seperti Bandcamp. Platform ini memberi pendengar kesempatan mendukung seniman secara langsung. Langkah ini memperlihatkan kebangkitan gerakan musik independen yang lebih transparan.

Tags: Bandcamp alternatif SpotifyCEO Spotify Daniel Ekgerakan anti-kapitalisme musikMajelis Lidah Berdurimusisi cabut dari Spotifyroyalti SpotifySpotify boikot
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pemprov Lampung Sambut Positif Kebijakan Pemutihan BPJS Kesehatan

Pemerintah Hapus Tunggakan JKN Warga Kurang Mampu

byNur
28/01/2026

Jakarta (lampost.co)--- Pemerintah tengah menyiapkan terobosan kebijakan berupa Program Penghapusan Tunggakan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ini sebagai upaya memastikan...

IHSG. Dok/Antara

Inevstor Diminta Tak Panik Usai IHSG Anjlok

byNur
28/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, 28 Januari 2026....

Ilustrasi TikTok.

TikTok di AS Dihantam Isu Sensor dan Gangguan Sistem

byNur
28/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--– TikTok menepis tudingan bahwa unit operasional barunya di Amerika Serikat melakukan pembatasan atau pengendalian ketat terhadap konten pengguna....

Berita Terbaru

Rapimnas VI Perkindo
Advertorial

Konsultan Indonesia Hadapi Era AI, Rakernas VI Perkindo di Lampung Tekankan Transformasi Digital

byIsnovan Djamaludinand1 others
29/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)—Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) menegaskan transformasi digital bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan keharusan bagi dunia konsultan di tengah...

Read moreDetails
Pabrik Kopi di Panjang Perkuat Ekspor dan Pemberdayaan Petani

Pabrik Kopi di Panjang Perkuat Ekspor dan Pemberdayaan Petani

28/01/2026
Gubernur Tegaskan Arah Pembangunan 2029: Fokus Ekonomi Desa, Infrastruktur, dan Lingkungan

Gubernur Tegaskan Arah Pembangunan 2029: Fokus Ekonomi Desa, Infrastruktur, dan Lingkungan

28/01/2026
Gubernur Dorong Ekonomi Inklusif, Lampung Fokus Olah Komoditas dari Desa

Gubernur Dorong Ekonomi Inklusif, Lampung Fokus Olah Komoditas dari Desa

28/01/2026
Petani Lampung Apresiasi Lampung sebagai Pusat Singkong Nasional

Petani Lampung Apresiasi Lampung sebagai Pusat Singkong Nasional

28/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.