Bukan Bubar! d’Masiv Justru Rilis Logo Baru dan Pilih Jalur Band Indie

Isu d'Masiv bubar akhirnya terbantahkan! Band legendaris ini justru resmi merilis logo baru dan memilih jalur indie lewat singel internasional.

Editor Nana Hasan
Kamis, 21 Mei 2026 13.07 WIB
Bukan Bubar! d’Masiv Justru Rilis Logo Baru dan Pilih Jalur Band Indie

Jakarta (Lampost.co) – Grup band d’Masiv akhirnya menjawab teka-teki mengenai akun media sosial mereka. Sebelumnya, netizen menduga kuat bahwa band ini akan bubar karena menghapus seluruh konten digitalnya. Namun, para personel segera menepis isu miring tersebut melalui pengumuman kejutan yang sangat menggembirakan.

Poin Penting

  • Aksi d’Masiv menghapus semua unggahan media sosial sempat memicu rumor bahwa band tersebut akan bubar.
  • Rian Ekky Pradipta membantah rumor tersebut dan menjelaskan bahwa itu adalah bagian dari strategi promosi.
  • Grup band ini resmi memperkenalkan logo baru berbentuk pesawat kertas yang melambangkan mimpi besar mereka.
  • Setelah 20 tahun bersama label lama, d’Masiv kini resmi menjadi band independen dan merilis lagu berbahasa Inggris.

Ternyata, aksi pengosongan akun Instagram tersebut merupakan strategi untuk menyambut babak baru perjalanan musik mereka. “Kan hapus postingan Instagram, terus banyak yang ngeberitain katanya, ‘Wah, ini mau bubar kali ya band ini ya?’ Selalu kayak gitu gosipnya. Terus akhirnya kita pelan-pelan teaser-nya satu-satu kita keluarin,” kata Rian Ekky Pradipta di Halte Transjakarta Tosari, Thamrin, Jakarta Pusat. Oleh karena itu, d’Masiv langsung meluncurkan logo baru beserta singel anyar sebagai pembuktian eksistensi mereka.

Baca juga : Siapa Kevin Gusnadi? Ini Profil Politikus Muda yang Dekat dengan Ayu Ting Ting

Selanjutnya, d’Masiv memperkenalkan simbol pesawat kertas sebagai identitas visual terbaru mereka. Logo unik ini melambangkan perjalanan panjang band yang terus konsisten dalam mewujudkan impian. “Jadi namanya pesawat kertas ya. Ini cukup panjang, cukup panjang kita akhirnya bisa membuat atau menentukan ikon atau logo yang baru. Karena buat kita logo itu juga menjadi doa, menjadi satu karakter yang memang bisa mencerminkan sebuah band,” jelas Rian.

Kemudian, sang vokalis menambahkan alasan mendalam di balik pemilihan simbol yang sangat bermakna tersebut. “Akhirnya kita menentukan bahwa ada satu ikon, satu simbol di logo d’Masiv, yaitu di bagian apostrof-nya itu diubah menjadi paper plane atau pesawat kertas. Kenapa pesawat kertas? Karena buat kita pesawat kertas itu adalah satu hal yang sederhana, yang bisa kita terbangkan ke mana pun,” lanjutnya.

Keputusan Berani Menjadi Band Indie

Selain meluncurkan logo baru, d’Masiv juga membawa kabar mengejutkan mengenai manajemen musik mereka. Band populer ini secara resmi memutuskan keluar dari label Musica Studio setelah dua dekade bersama. Kini, mereka memilih jalur independen dan mendirikan label rekaman mandiri untuk mengelola karya sendiri.

Langkah perdana d’Masiv sebagai band indie ditandai dengan peluncuran lagu baru berjudul “On Our Own”. “Kita sudah sampaikan juga bahwa kita sekarang sudah independen setelah hampir 20 tahun kita bersama dengan record label yang sebelumnya. Jadi kita punya record label sendiri, terus kita semuanya kerjakan sendiri juga. Nah ini kita mencoba memberanikan diri untuk membuat lagu Bahasa Inggris dan plannya nanti satu album Bahasa Inggris,” paparnya. Akhirnya, mereka pun optimis bisa menembus pasar internasional melalui kolaborasi dengan musisi Amerika Serikat.

Oleh sebab itu, Rian berharap keputusan besar ini dapat memperluas jangkauan pendengar d’Masiv di seluruh dunia. Mereka terinspirasi oleh band legendaris The Rolling Stones yang tetap aktif berkarya hingga usia senja. “Kita pengen kasih tahu ke orang-orang setiap manusia punya mimpi. Dan kita boleh bermimpi sejauh-jauhnya atau setinggi-tingginya. Meski kita berawal dari gang kecil, tapi kita ingin karya kita didengar oleh semua orang di dunia,” tutupnya.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI