APBN Lampung Tetap Jaga Daya Beli Masyarakat

Editor Ricky Marly, Penulis Nur
Selasa, 12 Mei 2026 21.37 WIB
APBN Lampung Tetap Jaga Daya Beli Masyarakat

Bandar Lampung (Lampost.co) — Aktivitas sektor riil di Lampung tetap berada pada zona ekspansi meski melandai moderat. Tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia di level 50,1 dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sebesar 51,86.

Dari sisi harga, inflasi Maret 2026 terjaga rendah di level 1,16% (yoy) dan 0,19% (mtm).

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung, Purwadhi Adhiputranto, menyampaikan inflasi tahunan terutama didorong oleh penyesuaian tarif listrik. Sementara inflasi bulanan dipicu oleh kenaikan harga komoditas pangan seperti daging ayam ras, telur, beras, serta bensin nonsubsidi.

Kinerja APBN Maret 2026, fiskal ekspansif menopang pertumbuhan kinerja APBN Regional Lampung hingga 31 Maret 2026. Hal ini menunjukkan tren yang tetap terjaga di tengah tekanan global.

“Pendapatan negara terealisasi sebesar Rp2.524,30 miliar atau 18,84% dari target, terkontraksi 8,14% (yoy). Penurunan ini terpengaruhi oleh kontraksi Pajak Perdagangan Internasional sebesar 51,34% (yoy) seiring dinamika harga komoditas global, khususnya CPO,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.

Namun demikian, pajak dalam negeri tetap menunjukkan kinerja positif dengan realisasi Rp1.618,63 miliar, tumbuh 21,77% (yoy).

Kontraksi Tipis

Sementara itu, PNBP mengalami kontraksi tipis -5,39% (yoy) akibat penurunan PNBP lainnya, meskipun pendapatan BLU masih tumbuh 2,97% (yoy).

Di sisi belanja, Belanja Negara terealisasi sebesar Rp7.701,80 miliar atau 27,81% dari pagu, sedikit terkontraksi -2,47% (yoy).

Penurunan ini dipengaruhi oleh perlambatan penyaluran transfer ke daerah (TKD) yang turun -10,54% (yoy), dengan realisasi mencapai Rp5.651,52 miliar atau 31,62% dari pagu.

Namun demikian, DAK Non Fisik mencatat kinerja positif dengan realisasi Rp1.554,80 miliar (34,71% dari pagu), tumbuh 27,33% (yoy).

Selain itu, belanja K/L menunjukkan akselerasi dengan realisasi Rp2.050,27 miliar, tumbuh 29,79% (yoy), didorong oleh kinerja positif pada hampir seluruh jenis belanja.

Hingga akhir Maret 2026, APBN Lampung mencatat defisit sebesar Rp5.177,50 miliar atau 36,20% dari target, melebar tipis 0,55% (yoy).

Defisit ini mencerminkan kebijakan fiskal yang tetap ekspansif, di mana belanja negara terus dioptimalkan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi.

Serta mempertahankan momentum pertumbuhan. APBN tetap menjalankan perannya sebagai shock absorber dalam meredam dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian daerah.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI