Jakarta (Lampost.co) – Komika Pandji Pragiwaksono kini menghadapi masalah hukum serius terkait materi komedi tunggal terbarunya. Polda Metro Jaya menerima laporan resmi terhadap Pandji pada Rabu, 7 Januari 2026. Laporan ini muncul karena dugaan tindak pencemaran nama baik dalam pertunjukan bertajuk Mens Rea.
Poin Penting
- Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 7 Januari 2026.
- Pelapor berasal dari Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah.
- Materi stand-up Mens Rea diduga mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik.
- Barang bukti berupa rekaman video dari layanan streaming telah diserahkan.
Dua Organisasi Besar Ajukan Laporan
Aksi hukum ini berawal dari inisiatif dua organisasi kepemudaan besar di Indonesia. Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah bersatu mengajukan tuntutan tersebut. Mereka juga menyerahkan barang bukti berupa rekaman materi dari platform streaming kepada pihak penyidik.
Alasan Pelaporan Materi Komedi
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menilai narasi Pandji sangat berbahaya. Menurutnya, komedi tersebut menghina pihak tertentu dan memicu kegaduhan publik secara luas. Selain itu, materi itu dianggap berisiko memecah belah persatuan bangsa Indonesia saat ini.
“Angkatan Muda NU kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media serta memecah belah bangsa,” kata Rizki Abdul Rahman Wahid kepada awak media.
Selanjutnya, Rizki menegaskan bahwa konten tersebut sangat meresahkan kalangan pemuda religius. Mereka merasa tersinggung dengan cara Pandji menyampaikan kritik dalam pertunjukan tersebut.
“Dan menimbulkan keresahan, khususnya kami sebagai anak muda Nahdliyin, pun juga teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah,” ucap pelapor.
Rekam Jejak Pertunjukan Mens Rea
Mens Rea sendiri merupakan tajuk spesial ke-10 dalam karier panjang Pandji Pragiwaksono. Pertunjukan ini memang fokus pada kritik sosial serta satire tajam mengenai politik Indonesia. Awalnya, acara ini berlangsung secara langsung di Indonesia Arena pada 30 Agustus 2025. Namun, tayangan tersebut baru saja beredar secara global melalui Netflix sejak akhir Desember lalu.







