Jakarta (Lampost.co) – Sutradara bertangan dingin Kuntz Agus kembali menggebrak industri layar lebar lewat karya terbarunya. Film berjudul Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? siap menyapa penonton pada 9 April 2026 mendatang. Menariknya, drama keluarga ini merupakan adaptasi dari buku mega best-seller karya penulis populer Khoirul Trian.
Poin Penting
- Jadwal Tayang: Film ini akan rilis serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 April 2026.
- Adaptasi Buku: Cerita diangkat dari novel best-seller karya Khoirul Trian yang menyentuh hati banyak pembaca.
- Tantangan Peran: Mawar de Jongh harus memerankan karakter pendiam yang memendam emosi mendalam terhadap sosok ayahnya.
- Tema Utama: Menyoroti pentingnya komunikasi dan keterbukaan emosional antara orang tua dan anak dalam menghadapi krisis.
Eksplorasi Luka dalam Hubungan Keluarga
Cerita film ini menyoroti keretakan emosional antara anak dan orang tua yang tinggal satu atap. Meskipun mereka dekat secara fisik, namun jarak batin perlahan-lahan mulai terasa kian menjauh. Produser Soemijato Muin percaya bahwa Kuntz Agus mampu memvisualisasikan perasaan tersebut dengan sangat apik.
Baca juga : Dialog Ariel NOAH di Trailer Dilan ITB 1997 Viral, Netizen Soroti Kalimat Kontroversial
“Keresahan ini yang membuat kami merasa buku ini punya potensi besar untuk divisualisasikan dalam format film layar lebar. Dan menurut kami, Kuntz Agus adalah sutradara paling tepat saat ini yang mampu menghadirkan luapan-luapan emosi hangat dan haru untuk memberi suara kepada sosok ayah yang selama ini masih kurang kita dengarkan,” ujar Soemijato Muin.
Tantangan Mawar de Jongh Perankan Tokoh Dira
Aktris berbakat Mawar de Jongh memerankan karakter Dira yang memiliki kepribadian pendiam dan sangat tertutup. Ia mengakui bahwa memainkan tokoh yang memendam perasaan merupakan sebuah tantangan yang cukup berat. Namun, kerja sama tim yang solid membantunya melewati proses syuting dengan lancar.
“Mbak Dira ini pastinya punya kesulitannya tersendiri karena bagaimana cara menyampaikannya tapi tidak terlalu terlihat, karena dia memang pendiam dan cukup memendam perasaannya. Tapi puji Tuhan dipertemukan sama teman-mana yang luar biasa di sini, jadi semua prosesnya terasa lebih mudah sih,” ujar Mawar de Jongh.
Selain itu, Mawar mengungkapkan adanya adegan emosional yang sangat intens dan melelahkan selama proses produksi. Ia bahkan sempat merasa sangat gugup ketika pertama kali membaca skenario film garapan Five Elements Pictures tersebut.
“Ada satu adegan yang cukup intens dan cukup panjang. Pastinya deg-degan banget ketika pertama kali baca. Tapi sebelum take kita selalu pegangan tangan, menyamakan visi, dan memberikan energi positif satu sama lain,” lanjutnya dengan penuh semangat.
Pesan Mendalam untuk Setiap Keluarga
Film ini juga diperkuat oleh akting memukau dari Rey Bong, Dwi Sasono, hingga aktris senior Unique Priscilla. Konflik cerita memuncak ketika sang ibu mengalami kecelakaan fatal yang mengungkap berbagai kenyataan pahit. Oleh karena itu, Kuntz Agus berharap karya ini bisa menjadi cermin bagi banyak keluarga di Indonesia.
“Film ini adalah ungkapan hati, tidak hanya dari seorang anak kepada ayahnya, namun juga sebaliknya. Ia menjadi sebuah representasi pengalaman nyata bagi banyak keluarga. Semoga film ini dapat membuka ruang untuk saling mendengarkan, memahami, dan memaafkan dalam keluarga,” kata Kuntz Agus menutup penjelasannya.







