Jakarta (Lampost.co)— Setelah melalui berbagai problematika soal donasi Agus Salim, akhirnya drama ini terselesaikan. Pihak yayasan maupun Agus sepakat uang donasi senilai Rp1,3 miliar menyalurkannya ke korban bencana alam di Lewotobi, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kesepakatan ini terjadi saat Denny Sumargo mengundang Pratiwi Noviyanthi dan Garry Julian selaku perwakilan dari Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan dalam siniar miliknya, pada 3 Januari 2025.
“Rencananya akan memberikannya kepada kegiatan kesejahteraan sosial yang lain. Kita sudah berkoordinasi dengan Dinsos (Dinas Sosial). Penyaluran yang paling mudah perizinannya atau tanpa perizinan,” kata Garry.
Novi yang juga hadir dalam siniar itu merasa tanggung jawabnya sudah selesai. Sebagai mantan ketua yayasan, Novi menyebut telah berupaya semaksimal mungkin demi pengobatan Agus. Tetapi pihak Agus tidak memberikan itikad baik.
“Jadi buat saya, usaha saya sudah cukup untuk Mas AS (Agus Salim). Jadi tanggung jawab saya sudah selesai sampai di sini,” tutur Novi.
“Dari awal kita sudah berbaik hati untuk menawarkan berkali-kali. Kita bahkan bilang kita depositkan di rumah sakit JEC. Berapa nominalnya kita depositkan (untuk) memakainya. Tapi berkali-kali tidak datang dan pada akhirnya kita di laporin,” sambungnya.
Keputusan ini juga pihak Agus sepakati yang mewakili oleh kuasa hukumnya, Pablo Benua. Kata Bablo sejak awal pihaknya menginginkan dana tersebut mengalihkannya ke pihak lain yang membutuhkan. Ketimbang berada di rekening yayasan.
“Oke, kalau begitu kami sepakat. Kami dukung uang ini segera digunakan supaya tidak terlalu lama di yayasan,” ucap Pablo.








