Sinopsis Film Songko: Teror Legenda Penghisap Darah Minahasa Era 80-an

Sinopsis film horor Songko (2026). Simak kisah teror makhluk gaib penghisap darah di Minahasa era 80-an karya sutradara Gerald Mamahit di sini.

Editor Nana Hasan
Kamis, 23 April 2026 11.18 WIB
Sinopsis Film Songko: Teror Legenda Penghisap Darah Minahasa Era 80-an

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) – Industri film horor Indonesia kembali menyuguhkan kisah mencekam lewat karya terbaru berjudul Songko. Film ini resmi menyapa penonton pada April 2026 dengan latar mistis tanah Minahasa. Menariknya, Gerald Mamahit bertindak langsung sebagai sutradara sekaligus penulis skenario dalam proyek ambisius ini.

Poin Penting

  • Debut Sutradara: Gerald Mamahit resmi menjadi sutradara setelah sukses menulis naskah KKN di Desa Penari.
  • Latar Budaya: Film ini mengangkat mitologi lokal Minahasa, Manado, dengan setting waktu tahun 1980-an.
  • Intrik Cerita: Menggabungkan unsur horor mistis dengan konflik sosial berupa pengusiran akibat stigma negatif.
  • Pemeran Utama: Menampilkan akting memukau dari Annette Edoarda dan aktris senior Imelda Therinne.

Kisah bermula pada akhir era 80-an saat Mikha (Annette Edoarda) menghadapi badai prasangka besar. Warga desa menuduh ibu tirinya, Helsye (Imelda Therinne), sebagai jelmaan makhluk gaib bernama Songko. Sosok misterius berjubah hitam ini konon sangat gemar menghisap darah gadis-gadis remaja di desa.

Baca juga  : Film Ghost In The Cell Tembus 1 Juta Penonton, Joko Anwar Cetak Rekor Baru

Akibat tuduhan kejam tersebut, warga mengusir keluarga Mikha secara paksa dari lingkungan mereka. Namun, pengasingan itu ternyata tidak menghentikan rentetan teror berdarah yang menghantui masyarakat setempat. Korban-korban baru terus berjatuhan sehingga suasana desa semakin mencekam dan penuh ketakutan.

Mikha kemudian mulai mencurigai adanya rahasia kelam yang berkaitan erat dengan sejarah keluarganya. Akhirnya, ia berusaha keras mengungkap kebenaran di balik sosok Songko yang sangat ditakuti itu. Mikha harus melawan trauma masa lalu demi menghentikan kutukan yang diwariskan secara turun-temurun.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI