Sinopsis Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Teror Lonceng Keramat di Belitung

Simak sinopsis film horor The Bell: Panggilan untuk Mati yang tayang Mei 2026. Temukan kisah teror lonceng keramat dan roh Panebok di Belitung yang mencekam.

Editor Nana Hasan
Jumat, 08 Mei 2026 11.28 WIB
Sinopsis Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Teror Lonceng Keramat di Belitung

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) – Bioskop Indonesia resmi menayangkan film horor terbaru berjudul The Bell: Panggilan untuk Mati mulai 7 Mei 2026. Karya kolaborasi Multi Buana Kreasindo dan Sinemata Productions ini mengangkat folklore lokal dari tanah Belitung. Melalui sentuhan sutradara Jay Sukmo, penonton akan merasakan suasana mencekam yang sangat kental dengan kepercayaan mistis daerah.

Poin Penting

  • Film The Bell: Panggilan untuk Mati mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia sejak 7 Mei 2026.
  • Latar cerita mengambil lokasi di Pulau Belitung dengan mengangkat mitos lokal tentang roh Panebok.
  • Pencurian lonceng keramat menjadi pemicu utama kebangkitan setan tanpa kepala yang meneror warga.
  • Bhisma Mulia dan Ratu Sofya menjadi pemeran utama yang berjuang menghentikan teror mistis tersebut.
  • Cerita menyoroti konflik antara kepercayaan tradisional masyarakat dengan gaya hidup dunia modern saat ini.

Film ini menampilkan Bhisma Mulia sebagai Danto dan Ratu Sofya sebagai Airin yang terjebak teror misterius. Selain mereka, aktor senior Mathias Muchus turut memperkuat narasi cerita sebagai sosok Datuk Baharun. Penulis naskah membangun ketegangan secara perlahan melalui atmosfer gelap dan suara-suara yang sangat mengganggu telinga.

Baca juga : 5 Rekomendasi Film Horor Komedi Indonesia Terbaik di Netflix, Dijamin Seru!

Kebangkitan Roh Jahat Panebok

Cerita utama berfokus pada sebuah lonceng keramat yang berfungsi menjaga keseimbangan dunia manusia dan roh. Selama berabad-abad, keturunan dukun setempat menjaga benda mistis tersebut dengan sangat hati-hati. Namun, konflik besar muncul saat seseorang mencuri dan membunyikan lonceng itu tanpa memahami bahaya yang mengintai.

Bunyi lonceng tersebut ternyata membangkitkan Panebok, roh jahat haus darah yang mulai meneror seluruh warga desa. Akibatnya, nyawa penduduk terancam satu per satu oleh sosok setan tanpa kepala yang sangat mengerikan. Danto yang baru saja kembali ke kampung halaman kini harus menghadapi masa lalu yang selama ini ia hindari.

Ritual Terlarang untuk Menghentikan Bencana

Danto tidak sendirian dalam menghadapi bencana besar yang melanda desa kelahirannya tersebut. Bersama Airin dan Hanafi, ia berusaha keras menemukan kembali lonceng keramat yang hilang dari tempat asalnya. Namun, mereka harus segera menjalankan sebuah ritual terlarang sebelum kekuatan gelap Panebok menjadi semakin tidak terkendali.

Film ini secara apik menggambarkan benturan antara kehidupan modern dengan tradisi lama yang masih sangat kuat. Selain menawarkan rasa takut, penonton juga akan diajak melihat rahasia kelam masyarakat yang selama ini tersimpan rapat. Akankah Danto berhasil menghentikan amukan roh jahat tersebut sebelum seluruh desa hancur menjadi abu?

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI