Squid Game 2 Diboikot di Vietnam, Ini Pemicu Utamanya

Publik Vietnam merasa serial ini telah menyinggung sejarah nasional. Bahkan, muncul seruan untuk memboikot Squid Game 2

Editor Nana Hasan, Penulis Medcom
Kamis, 09 Januari 2025 07:07 WIB
Squid Game 2 Diboikot di Vietnam, Ini Pemicu Utamanya
Squid Game menjadi serial Korea fenomenal yang disorot dunia. Dok
Iklan Artikel 1

Jakarta (Lampost.co) – Squid Game 2 menuai kecaman di Vietnam. Publik Vietnam merasa serial ini telah menyinggung sejarah nasional. Bahkan, muncul seruan untuk memboikot di berbagai media sosial.

Poin Penting

  • Penyebab serial Squid Game 2 diboikot di Vietnam
  • Respon hukum di Vietnam akibat cerita dalam Squid Game 2
  • Sikap Korea Selatan

Pemicu Kecamanan Squid Game 2 Hingga Seruan Diboikot

Dalam episode 4 berjudul Six Legs, terdapat dialog kontroversial antara dua peserta. Peserta nomor 388, Kang Dae-ho, menyebut ayahnya sebagai sosok hebat yang bertempur dalam Perang Vietnam. Dialog ini dianggap memuji keterlibatan tentara Korea Selatan dalam perang tersebut.

Publik Vietnam merasa pernyataan ini tidak pantas. Perang Vietnam telah menyebabkan jutaan korban jiwa dan luka-luka. Keterlibatan Korea Selatan atas permintaan Amerika Serikat dianggap sebagai bagian dari sejarah kelam.

Baca juga : Sukses Pecahkan Rekor, Squid Game 3 Tayang 2025 dengan Alur yang Berbeda

Respons Hukum di Vietnam

Mengacu pada UU Perfilman Vietnam, konten yang mendistorsi sejarah atau menghina bangsa di larang. Karena itu, Departemen Perfilman Vietnam melakukan peninjauan terhadap serial ini. Gelombang boikot pun semakin masif.

Iklan Artikel 2

Sikap Korea Selatan

Korea Selatan sebenarnya pernah mengakui kesalahan atas keterlibatan mereka di Perang Vietnam. Pada akhir 1990-an, Presiden Kim Dae-jung memprakarsai gerakan “Maaf untuk Vietnam.” Namun, dialog dalam serial ini mengabaikan langkah rekonsiliasi tersebut.

Iklan Artikel 3

Baca juga : Lee Byung Hun Cerita Seru di Syuting ‘Squid Game 2’: Tamparan Nyata hingga Latihan Gasing

Kasus ini menunjukkan pentingnya sensitivitas budaya dalam produksi konten global. Distorsi sejarah dapat menimbulkan reaksi keras, bahkan mengancam reputasi sebuah karya. Kini, Serial menghadapi tantangan besar di pasar internasional.

Gelombang boikot ini menjadi pengingat bahwa narasi dalam media harus menghormati nilai sejarah dan kultural suatu bangsa.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI