Lautaro berharap dominasi ini menjadi modal kuat bagi Nerazzurri untuk kembali berbicara banyak di level kompetisi Eropa musim depan.
Roma (Lampost.co)–Nama Lautaro Martinez kembali bergema di langit Roma. Kapten sekaligus ujung tombak Inter Milan tersebut sekali lagi membuktikan kapasitasnya sebagai pemain besar dalam laga-laga krusial. Gol yang dia cetak ke gawang Lazio pada partai final Coppa Italia 2025/2026 di Stadion Olimpico, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB, tidak hanya menyegel trofi ke-10 klub di ajang ini, tetapi juga mengukuhkan posisinya dalam jajaran legenda abadi Nerazzurri.
Momen emosional pecah sesaat setelah pemain berjuluk El Toro tersebut menyarangkan bola. Lautaro langsung berlari menuju tribune utara, melompat ke atas papan iklan, dan merayakan kemenangan bersama ribuan tifosi Inter yang memadati stadion. Gemuruh euforia tersebut menandai dominasi mutlak Inter di tanah Italia musim ini.
Aksi heroik Lautaro di Olimpico seolah membawa para pendukung Inter bernostalgia ke momen final Coppa Italia 24 Mei 2023. Kala itu, penyerang asal Argentina tersebut juga menjadi aktor utama kemenangan atas Fiorentina melalui sepasang golnya. Menariknya, saat itu ia baru saja mencatatkan gol ke-100 dan ke-101 bagi klub.
Kini, tiga tahun berselang, statistik Lautaro telah berkembang pesat. Golnya ke gawang Lazio menambah koleksi golnya menjadi 175 gol dalam balutan seragam biru-hitam. Angka ini menegaskan statusnya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub dan legenda modern yang konsisten mempersembahkan prestasi.
Dalam wawancara seusai pertandingan, Lautaro Martinez tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, trofi ini adalah jawaban atas kerja keras tim untuk bangkit dari tantangan musim sebelumnya. Ia memuji konsistensi permainan serta intensitas tinggi yang pelatih Cristian Chivu instruksikan.
“Bagi kami, ini adalah kemenangan yang sangat penting dan bermakna. Tidak mudah untuk bangkit setelah musim lalu. Kami menjalani musim yang sangat penting dari segi permainan, intensitas, performa, dan hasil,” ujar Lautaro dengan penuh keyakinan.
Keberhasilan menjuarai Coppa Italia ini melengkapi kesuksesan Inter yang sebelumnya telah mengunci gelar Serie A atau scudetto ke-21. Meraih status double winners bagi Lautaro sebagai pencapaian yang sangat berarti bagi seluruh skuad.
Meskipun telah mengawinkan dua gelar domestik, sang kapten menegaskan Inter Milan tidak boleh cepat puas. Lautaro mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap berada di jalur kemenangan dan menjaga rasa lapar akan gelar juara pada musim-musim mendatang.
“Selalu ada banyak pembicaraan tentang Inter atas apa yang telah kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi kami harus terus berada di jalur ini untuk memenangkan gelar karena itulah yang kami inginkan,” ujar penyerang berusia 28 tahun tersebut.
Di bawah kepemimpinan Lautaro di lapangan dan strategi Cristian Chivu dari pinggir lapangan, Inter Milan kini resmi menutup musim 2025/2026 sebagai penguasa mutlak sepak bola Italia. Lautaro berharap dominasi ini menjadi modal kuat bagi Nerazzurri untuk kembali berbicara banyak di level kompetisi Eropa musim depan.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update