Jakarta (Lampost.co)- Perayaan Festival Songkran 2026 di Thailand yang seharusnya meriah kini berubah menjadi duka mendalam. Meskipun suasana perayaan sangat ramai, angka kematian yang tinggi justru menjadi sorotan utama media internasional.
Poin Penting
- Jumlah Korban: Lebih dari 191 jiwa tewas dan 911 orang luka-luka dalam tiga hari.
- Penyebab Utama: Kecepatan tinggi dan mengemudi saat mabuk mendominasi pemicu kecelakaan.
- Waktu Rawan: Kecelakaan paling sering terjadi antara pukul 15.01 hingga 18.00 waktu setempat.
- Tindakan Hukum: Polisi menangkap tujuh turis asing karena menghambat lalu lintas selama perang air.
Melansir dari New York Post, tercatat sebanyak 191 orang tewas dalam tiga hari pertama festival tersebut. Selain itu, terdapat 951 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 911 orang mengalami luka-luka di berbagai wilayah.
Tragedi besar ini umumnya dipicu oleh kecelakaan lalu lintas serta perilaku mengemudi saat mabuk. Padahal, pemerintah Thailand telah memperketat aturan larangan alkohol dan meningkatkan titik pemeriksaan kepolisian secara serentak.
Lonjakan Kecelakaan Saat Arus Mudik
Momen Tahun Baru Thailand ini memicu arus mudik massal dari kota besar seperti Bangkok menuju desa. Jutaan orang pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga besar mereka.
Namun, kecepatan tinggi menjadi penyebab utama kematian dengan persentase mencapai hampir 42 persen. Selain itu, mengemudi dalam kondisi mabuk menyumbang angka kecelakaan sebesar 27,4 persen pada hari pertama.
Pihak berwenang memberikan julukan khusus yaitu “tujuh hari berbahaya” untuk periode festival tahunan ini. Hal tersebut terjadi karena adanya lonjakan drastis angka kematian harian dibandingkan hari biasa di Thailand.
“Jumlah kecelakaan tertinggi terjadi antara pukul 15.01 hingga 18.00 (waktu setempat),” lapor Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana setempat.
Ironi Tradisi dan Penangkapan Wisatawan
Secara tradisional, festival ini merupakan simbol pembersihan diri secara spiritual untuk menyambut awal yang baru. Namun, fakta di lapangan menunjukkan ironi yang tragis karena banyaknya nyawa yang melayang sia-sia.
Di sisi lain, perputaran ekonomi dari sektor pariwisata tetap mencapai angka fantastis sebesar 30,4 miliar baht. Sayangnya, beberapa wisatawan mancanegara justru harus berurusan dengan hukum karena perilaku yang mengganggu ketertiban.
Aparat keamanan menangkap tujuh turis asal Prancis karena terbukti menghalangi arus lalu lintas saat bermain air. Mereka akhirnya mendapatkan dakwaan atas tuduhan mengganggu ketertiban umum di tengah situasi darurat keselamatan jalan raya.









