Jakarta (Lampost.co) – Falcon Pictures kembali hadirkan kejutan besar melalui Warkop DKI Reborn 4. Film ini menghadirkan sineas horor internasional asal Thailand, Banjong Pisanthanakun.
Poin Penting
- Falcon Pictures umumkan Warkop DKI Reborn 4 dengan naskah ditulis Banjong Pisanthanakun.
- Banjong dikenal sebagai sutradara film horor Shutter dan Pee Mak.
- Film ini akan memadukan unsur horor dan komedi khas Warkop DKI.
- Frederica pastikan ciri khas Dono, Kasino, dan Indro tetap dipertahankan.
- Proyek ini merupakan langkah eksploratif Falcon di ranah genre lintas budaya.
Sutradara Shutter dan Pee Mak ini ditunjuk untuk menulis naskah film. Proyek ini menjanjikan pendekatan horor-komedi yang unik dan segar.
Baca juga : Sana TWICE Nyaris Kabur dari Agensi, Gagal Karena Paspor Ditahan
Banjong mengaku antusias kembali menyelami genre horor-komedi. Ia ingin menyatukan rasa takut dan tawa dalam satu layar. “Setelah Pee Mak, saya rindu menggarap horor-komedi lagi,” ujar Banjong dalam wawancara bersama Variety.
Ia menyebut proyek Warkop DKI Reborn 4 sebagai ruang kreatif baru. Terlebih, ia tertarik pada kekayaan budaya dalam film Indonesia.
Falcon Pictures sebelumnya sukses membangkitkan trio legendaris Warkop DKI: Dono, Kasino, dan Indro. Kini mereka kembali dengan ide lebih segar.
Menurut produser Frederica, esensi asli Warkop tetap dijaga. Namun film kali ini dibuat lebih relevan dan mendunia. “Warkop DKI adalah komedi ikonik Indonesia. Jiwa mereka harus tetap hidup dalam kemasan modern,” ucap Frederica.
Film ini akan tetap menampilkan dinamika khas tiga tokoh utama. Namun suasananya lebih menegangkan, sesuai nuansa horor yang dibawa Banjong.
Meskipun proses produksi masih awal, Falcon menjanjikan standar tinggi. Mereka akan memadukan unsur lokal dan sentuhan internasional.
Warkop DKI Reborn 4 juga akan hadir di platform KlikFilm. Ini bagian dari strategi Falcon memperluas jangkauan secara global.
Falcon telah dikenal lewat karya box office seperti Miracle in Cell No. 7. Dengan proyek ini, mereka kembali menunjukkan keberanian eksplorasi lintas genre.







