Pringsewu (Lmapost.co)-— Perburuan terhadap Suradi alias Ganden (35) berubah menjadi operasi besar-besaran. Gembong pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah itu nekat melarikan diri dari ruang operasi rumah sakit di Kabupaten Pringsewu. Meski dalam kondisi kaki tertembus peluru dan terpincang-pincang.
Tim Khusus Anti Bandit (TEKAB 308) Satreskrim Polres Pringsewu bersama Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung kini menyisir sejumlah titik yang dugaannya menjadi jalur persembunyian Suradi. Aparat meyakini buronan berbahaya tersebut masih berada di wilayah Lampung.
“Seluruh personel masih di lapangan. Pengejaran kami fokuskan di wilayah Pringsewu dan sekitarnya,” ujar Kasatreskrim Polres Pringsewu Iptu Rojali Y.
Baca juga: Polisi Tangkap Mahasiswa Otak Jaringan Curanmor di Bandar Lampung
Menurut Rojali, Suradi bukan pelaku biasa. Ia merupakan gembong sindikat lama kejahatan C3 (curat, curas, curanmor). Ia telah beraksi selama lebih dari tiga tahun dengan pola berpindah-pindah lokasi untuk menghapus jejak.
“Kekuatan perburuan kami tambah. Personel Polda Lampung juga sudah bergabung,” tegasnya.
Buronan Berisiko Tinggi
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menghadang Suradi secara langsung. Rekam jejak kriminalnya panjang, di ketahui sebagai pengguna narkotika jenis sabu, dan terbiasa membawa senjata api rakitan saat beraksi.
“Jika mengetahui keberadaannya, segera laporkan ke polisi terdekat atau layanan 110. Jangan melakukan kontak langsung,” kata Rojali.
Identitas seluruh kaki tangan sindikat ini telah polisi kantongi. Termasuk peran kekasih Suradi yang bertindak sebagai pencari pembeli sepeda motor hasil curian.
Dari Penangkapan hingga Pelarian
Jaringan Suradi terbongkar pada Kamis, 22 Januari 2026. Polisi menggerebek tempat kosnya di Desa Podorejo sekitar pukul 10.00 WIB. Saat hendak menangkap, Suradi mengacungkan senjata api rakitan jenis revolver berwarna putih ke arah petugas.
Karena menggap membahayakan, polisi mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki kanan tersangka untuk melumpuhkan.
Dalam pengembangan kasus, polisi menangkap J yang di sebut sebagai tangan kanan Suradi. Dari pemeriksaan, terungkap peran DA, kekasih Suradi, sebagai penjual motor hasil curian.
DA tertangkap saat membawa dua sepeda motor curian ke Kalianda menggunakan mobil Daihatsu Luxio bernopol BE 1840 DV dengan modus kaca gelap.
Barang bukti yang diamankan antara lain beberapa paket sabu siap pakai dan bekas pakai, satu pucuk senjata api rakitan, serta lima butir amunisi. Polisi memastikan komplotan ini selalu mengonsumsi sabu sebelum beraksi dan tak pernah lepas dari senjata api.
Kabur Lewat Jalur Paramedis
Akibat luka tembak yang terinfeksi karena peluru masih bersarang, Suradi harus menjalani operasi pada Senin, 26 Januari 2026. Namun, di luar dugaan, ia justru kabur dari ruang operasi melalui jalur akses paramedis.
Rekaman CCTV memperlihatkan Suradi melarikan diri seorang diri dalam kondisi pincang. Warga sekitar rumah sakit sempat mencoba mengejar, namun tersangka berhasil lolos.
Polisi menyatakan pengamanan telah dijalankan sesuai SOP. Namun, di ruang operasi tidak diperkenankan penggunaan borgol dan tidak ada petugas berjaga demi menjaga sterilitas medis.
Kini, pelarian Suradi justru menjadi babak paling berbahaya. Polisi memastikan pengejaran akan terus dilakukan hingga buronan tersebut kembali diringkus.








