Bandar Lampung (Lampost.co) — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya informasi cuaca yang akurat, cepat, dan berkelanjutan. Menurutnya, data cuaca menjadi fondasi utama kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Lampung.
Poin Penting:
-
Wagub Lampung tekankan akurasi informasi cuaca dalam menghadapi cuaca ekstrem.
-
Kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi jadi prioritas.
-
Pemantauan cuaca di 15 kabupaten dan kota dengan informasi cuaca penting untuk mitigasi dini.
Jihan menilai cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan dampak serius bagi keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus memperkuat sistem peringatan dini berbasis informasi cuaca.
Selain itu, Jihan meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan secara kolektif. Ia menekankan pentingnya peran aktif pemerintah kabupaten dan kota. “Kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi harus menjadi fokus bersama,” ujar Jihan, beberapa hari lalu.
Baca juga: Dinsos Lampung Siapkan Buffer Stock Rp2,35 Miliar Antisipasi Cuaca Ekstrem
Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Karena itu, langkah antisipasi tidak boleh berjalan parsial.
Jihan menilai penyampaian informasi cuaca harus konsisten dan masyarakat mudah memahaminya. Dengan begitu, warga dapat menyesuaikan aktivitas sejak dini.
Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor tanpa jeda. Sinergi antarlembaga krusial menghadapi dinamika cuaca ekstrem. “Koordinasi lintas sektor harus berjalan terus-menerus,” kata Jihan.
Ia juga meminta peningkatan pemantauan cuaca secara berkala di seluruh wilayah Lampung. Pemantauan tersebut mencakup 15 kabupaten dan kota.
Menurut Jihan, informasi cuaca yang akurat membantu pemerintah daerah mengambil keputusan cepat. Keputusan tersebut menyangkut evakuasi, penanganan darurat, hingga distribusi logistik.
Selain pemerintah, masyarakat juga harus mendapat akses informasi cuaca yang valid. Oleh sebab itu, perlu memperkuat saluran komunikasi hingga tingkat desa.
Jihan menilai informasi yang tepat sasaran dapat mendukung mitigasi bencana sejak dini. Dengan mitigasi yang baik, risiko korban jiwa dapat ditekan.
Selain itu, potensi kerugian ekonomi akibat bencana juga dapat diminimalkan. Karena itu, akurasi data cuaca memiliki dampak luas.
Dorong Pemanfaatan Teknologi Informasi
Wagub Lampung juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam penyebaran data cuaca. Media sosial dan kanal digital dinilai efektif menjangkau masyarakat luas.
Namun, Jihan mengingatkan pentingnya sumber informasi resmi. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya informasi cuaca yang belum terverifikasi.
Menurutnya, perlu memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan instansi terkait. Kolaborasi tersebut agar data cuaca selalu mutakhir.
Selain itu, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah kontinjensi berbasis prakiraan cuaca. Langkah ini meliputi kesiapan personel dan sarana prasarana.
Jihan menilai kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah provinsi. Kabupaten dan kota juga harus aktif menyusun rencana mitigasi.
Dengan sinergi tersebut, harapannya Lampung lebih tangguh menghadapi bencana hidrometeorologi. Pemerintah ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi. “Kami ingin masyarakat selalu siap dan waspada,” ujar Jihan.
Melalui penguatan akurasi informasi cuaca, Pemprov Lampung berkomitmen meningkatkan ketahanan daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perlindungan jangka panjang.








