Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat penyaluran BLTS Kesra Lampung demi menjaga daya beli masyarakat. Program Bantuan Sosial Lampung itu menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menekan potensi inflasi daerah karena kenaikan harga pangan.
Poin Penting:
-
BLTS Kesra Lampung menjadi penebalan bansos bagi warga DTKS.
-
Program bertujuan menjaga daya beli dan tekan inflasi daerah.
-
Pemerintah berharap BLT Kesra 2025 berdampak langsung pada ekonomi rumah tangga.
Kepala Dinas Sosial Lampung, Aswarodi, menegaskan BLT Kesra 2025 menyasar warga yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Selain itu, bantuan tunai tersebut menjadi penebalan bansos agar keluarga prasejahtera dapat mempertahankan kestabilan ekonomi rumah tangga.
“BLTS Kesra Lampung merupakan penebalan bantuan untuk warga dalam DTKS. Pemerintah ingin menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah,” ujar Aswarodi.
Penyaluran Perhatikan Kelompok Rentan
Selain itu, Dinas Sosial memastikan mekanisme distribusi Bantuan Tunai Lampung berjalan sesuai kebutuhan penerima. Menurut Aswarodi, kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas memerlukan pendekatan berbeda agar bantuan tersalurkan tanpa hambatan.
“Untuk kelompok rentan, penyaluran BLTS dengan layanan antar ke rumah. Kami ingin memastikan mereka tetap menerima bantuan meski memiliki keterbatasan mobilitas,” ujarnya.
Dengan demikian, pemerintah berupaya menjaga kesetaraan akses bantuan bagi semua kategori KPM Lampung.
Seruan Pemanfaatan Dana Bantuan secara Tepat
Selain itu, Aswarodi mengingatkan penerima manfaat agar memakai bantuan sesuai kebutuhan. Ia juga menegaskan segera membelanjakan dana BLTS Kesra Lampung untuk komoditas pangan demi mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Gunakan bantuan untuk membeli kebutuhan pokok. Jangan menyimpan terlalu lama. Dengan begitu, manfaatnya langsung terasa dan membantu kebutuhan harian keluarga,” ujarnya.
Selain itu, konsumsi pangan yang stabil mampu menahan tekanan inflasi, terutama pada komoditas beras, gula, minyak goreng, dan telur. Pemerintah ingin memastikan setiap BLT Kesra Lampung memberikan efek ekonomi yang nyata di tingkat rumah tangga.
BLTS Kesra Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat
Program BLTS Kesra Lampung hadir sebagai respons terhadap dinamika ekonomi yang terus berubah. Karena itu, pemerintah berharap dana bantuan tersebut membantu warga menghadapi kenaikan harga serta menjaga daya beli menjelang akhir tahun.
Aswarodi menegaskan bantuan sosial Lampung tersebut tidak hanya sekadar transfer tunai, tetapi juga upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah. Selain itu, harapannya bantuan memberikan ruang bagi keluarga prasejahtera untuk mengatur kebutuhan dapur tanpa tekanan besar.
Dengan penguatan penyaluran dan pengawasan ketat, BLTS Kesra Lampung bisa memberi dampak langsung pada pengendalian inflasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.








