• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 01/12/2025 04:20
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Kasus Kekerasan Verbal di SD Tanggamus, Bocah Jadi Korban Tekanan Guru

Dian menyampaikan permintaan maaf dan mengaku awalnya hanya ingin mengirim rekaman itu kepada ibu sang anak yang bekerja di luar negeri.

Delima NapitupulubyDelima Napitupulu
14/08/25 - 13:30
in Humaniora, Tanggamus
A A
guru SDN 1 Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat,

Guru SDN 1 Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat, yang diduga melakukan kekerasan verbal terhadap seorang siswa, viral di media sosial. (IST)

Kotaagung (Lampost.co) – Suasana belajar di SDN 1 Lengkukai, Kecamatan Kelumbayan Barat, Tanggamus, biasanya dipenuhi tawa ceria anak-anak. Namun pada awal pekan kedua Agustus 2025, suasana berubah setelah beredarnya video berdurasi sekitar satu menit yang menyita perhatian publik.

Video tersebut memperlihatkan siswa laki-laki berseragam putih-merah duduk menunduk di dalam kelas. Beberapa guru berdiri di sekelilingnya, melontarkan pertanyaan dengan nada tinggi dan tekanan emosional.

“Kamu enggak ngaku? Emang ada setan? Orang-orang sudah lihat kamu yang ambil…,” terdengar suara dalam video itu.
Tak berhenti di situ, terdengar pula kalimat lain:
“Berarti habis ini enggak usah sekolah lagi, langsung kemasin bajunya… Ini dikirim ke mama kamu, ya…”

Bagi orang dewasa, mungkin itu sebagai teguran keras. Namun, bagi bocah kecil, kata-kata tersebut menimbulkan keresahan dan ketakutan, hingga luka batin yang terus membekas.

Guru Sengaja Merekam

Belakangan, guru perempuan bernama Dian, mengaku sebagai wali kelas sang anak yang merekam video tersebut. Dalam klarifikasinya, Dian menyampaikan permintaan maaf dan mengaku awalnya hanya ingin mengirim rekaman itu kepada ibu sang anak yang bekerja di luar negeri.

“Suara yang ada di video adalah suara saya. Saya membuat video ini tanpa paksaan. Awalnya hanya ingin mengirimkan kepada ibunya,” ujar Dian.

Di era media sosial, batas antara ranah pribadi dan publik sangat tipis. Rekaman itu menyebar luas tanpa kendali, memicu protes dari banyak kalangan atas kekerasan verbal terhadap anak oleh guru.

Dinas Belum Memberi Pernyataan

Sejak video beredar, warganet mengecam metode “interogasi” tersebut, menilai tindakan itu sebagai bentuk kekerasan verbal yang tidak layak oleh guru. Terlebih di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya aman dan mendukung perkembangan anak.

Lampung Post berupaya menemui Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus pada Kamis pagi hingga siang, 14 Agustus 2025. Namun hingga berita ini tersiar pada pukul 13.00 WIB, pihak Dinas  belum memberikan keterangan resmi. Kabid Dikdas menolak berkomentar dan memilih meninggalkan lokasi.

Di SDN 1 Lengkukai, bel sekolah akan terus berbunyi, anak-anak akan kembali bermain. Namun, bagi bocah yang terekam dalam video tersebut, pengalaman ini mungkin menjadi pengingat pahit bahwa kata-kata—sekali terucap—tidak bisa ditarik kembali. (Rusdi Senapal)

 

Tags: dinas pendidikan tanggamusguru sd interogasi siswakabid dikdas tanggamusKasus KekerasanKekerasan Anaksiswa dituduh mencuriTANGGAMUSvideo viral
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Marinir Perkuat Peran Sosial dan Gelar Beragam Lomba

Marinir Perkuat Peran Sosial dan Gelar Beragam Lomba

byWandi Barboyand1 others
30/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co): Korps Marinir TNI AL memperkuat peran sosialnya melalui rangkaian kegiatan besar dalam perayaan HUT ke-80. Marinir menggelar...

Pangkormar Jamin Tempat Tinggal Prajurit Terdampak Bencana Sumatra

Pangkormar Jamin Tempat Tinggal Prajurit Terdampak Bencana Sumatra

byWandi Barboyand1 others
30/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co): Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak hanya memberikan dampak kepada masyarakat. Pangkormar...

Kekompakan Forkopimda Kunci Dorong Pembangunan Daerah

Kekompakan Forkopimda Kunci Dorong Pembangunan Daerah

byWandi Barboyand1 others
30/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co:  Pemerintah menegaskan bahwa hubungan antarlembaga dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memegang peran utama dalam mempercepat pembangunan....

Berita Terbaru

Marinir Perkuat Peran Sosial dan Gelar Beragam Lomba
Humaniora

Marinir Perkuat Peran Sosial dan Gelar Beragam Lomba

byWandi Barboyand1 others
30/11/2025

Bandar Lampung (Lampost.co): Korps Marinir TNI AL memperkuat peran sosialnya melalui rangkaian kegiatan besar dalam perayaan HUT ke-80. Marinir menggelar...

Read moreDetails
Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 Berakhir Khidmat, 575 Ribu Jemaah Padati Kota Baru

Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025 Berakhir Khidmat, 575 Ribu Jemaah Padati Kota Baru

30/11/2025
Teknisi Reklame Tersetrum, Luka Bakar Capai 80 Persen

Teknisi Reklame Tersetrum, Luka Bakar Capai 80 Persen

30/11/2025
Pangkormar Jamin Tempat Tinggal Prajurit Terdampak Bencana Sumatra

Pangkormar Jamin Tempat Tinggal Prajurit Terdampak Bencana Sumatra

30/11/2025
Tim Gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung menangkap pemuda yang tega membunuh bibinya sendiri kemudian mencuri motor dan smartphone untuk judi online. Dok. Polres Bandar Lampung

Pembunuh Wiwik Safitri Pengguna Obat Psikotropika

30/11/2025
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.