Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung terus mengakselerasi Program Kelas Migran Vokasi sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut sekaligus membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda.
Program unggulan yang digagas Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, ini fokus untuk menyiapkan lulusan siap kerja ke Jepang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa Kelas Migran Vokasi telah melalui proses secara sistematis.
Siswa tidak hanya mendapatkan pembekalan keterampilan teknis, tetapi juga pelatihan bahasa Jepang intensif hingga meraih sertifikasi minimal level N4 saat lulus.
“Kami bekali mereka dengan kemampuan bahasa Jepang agar ketika lulus dan memilih bekerja di Jepang, mereka sudah siap secara kompetensi, minimal mengantongi sertifikasi N4,” ujarnya.
Menurutnya, penguasaan bahasa menjadi kunci utama agar lulusan mampu beradaptasi dengan budaya kerja dan lingkungan profesional di Jepang.
Selain itu, siswa juga memperoleh penguatan soft skill dan pemahaman etos kerja khas Negeri Sakura.
“Jadi bukan hanya peningkatan bahasa, tetapi juga skill yang siap kerja saat di Jepang,” jelas dia.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Lampung telah melakukan job matching untuk memetakan minat serta kesiapan siswa terhadap berbagai sektor pekerjaan.
“Tercatat ada 12 bidang, mulai dari pertanian, restoran dan layanan makanan, tekstil, peternakan, caregiver, operator mesin, konstruksi, hingga otomotif,” katanya.