Bandar Lampung (Lampost.co): Komisi X DPR RI mengunjungi Provinsi Lampung untuk mengevaluasi sistem pendidikan daerah, khususnya pelaksanaan Asesmen Pendidikan atau Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Komisi X DPR RI tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemerintah Provinsi Lampung meski capaian hasil asesmen berada pada kisaran 10 hingga 14 persen. Komisi X DPR RI menilai langkah tersebut layak menjadi contoh atau praktik terbaik di tingkat nasional.
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menegaskan tingkat partisipasi asesmen pendidikan di Lampung menunjukkan capaian yang sangat baik karena mencapai 84 persen.
“Partisipasi di Lampung sangat bagus. Walaupun hasil berada di rentang 10 sampai 14 persen, kondisi ini justru menjadi potret sekaligus bahan evaluasi penting bagi pemerintah pusat,” ujar Abdul Fikri.
Komisi X DPR RI menyerap berbagai aspirasi dari Dewan Pendidikan dan praktisi pendidikan di Lampung. Abdul Fikri menyoroti sejumlah kelemahan mendasar dalam sistem asesmen yang berjalan saat ini.
Ia menilai orientasi pendidikan di Indonesia masih terlalu menitikberatkan pada tes akademik. Kondisi tersebut mendorong siswa lebih bergantung pada lembaga bimbingan belajar di luar sekolah ketimbang pada sekolah.
Selain itu, Abdul Fikri melihat kesenjangan fasilitas dan sumber daya manusia antara wilayah desa dan kota masih cukup lebar. Ia menilai pelaksanaan TKA terkesan bersifat wajib meski pemerintah hanya memberikan anjuran.
Ia juga menilai sistem tes belum ramah, belum mengakomodasi potensi khas daerah, serta belum mampu memetakan pendidikan karakter siswa secara menyeluruh.
Abdul Fikri menyatakan Komisi X DPR RI akan membawa berbagai temuan dari Lampung ke Senayan sebagai bahan pembahasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Komisi X DPR RI akan mendorong evaluasi terhadap guru, dosen, serta penyempurnaan kurikulum bersama Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek.
Inovasi CAT
Abdul Fikri mengaku kagum terhadap respons cepat Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dalam menghadapi hasil asesmen. Ia menilai pemerintah daerah tidak berlarut pada hasil, melainkan langsung menghadirkan inovasi.
Dinas Pendidikan Provinsi Lampung menginisiasi penggunaan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Komisi X DPR RI menilai langkah tersebut lebih maju ketimbang daerah lain.
“Pemerintah provinsi tidak meratapi hasil karena seluruh proses sudah berjalan maksimal. Hasil ini menjadi potret untuk melaju lebih kencang,” tegasnya.
Abdul Fikri memastikan Komisi X DPR RI akan membawa inovasi dari Lampung ke tingkat pusat. Ia menilai terobosan penggunaan CAT belum banyak diterapkan oleh provinsi lain.
“Lampung menunjukkan langkah nyata melalui terobosan baru. Komisi X DPR RI akan membawa praktik ini ke pusat sebagai bahan pembelajaran bagi provinsi lain di Indonesia,” pungkasnya.









