Bandar Lampung (Lampost.co) — Implementasi kurikulum deep learning pada pendidikan anak usia dini (PAUD) perlu berbarengan dengan peningkatan kompetensi guru agar berjalan optimal. Sebab, guru menjadi ujung tombak dalam mengarahkan anak untuk siap menghadapi tantangan zaman menuju Indonesia emas 2045.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Lampung, Nisdaryati, mengatakan pembelajaran pada jenjang PAUD dan TK harus sesuai tahapan perkembangan anak. Kurikulum deep learning menekankan empat aspek penting, yakni asah pola pikir, olah rasa, olah hati, dan olahraga.
“Pendidikan anak-anak harus benar-benar persiapkan sejak dini. Untuk itu, kompetensi guru menjadi sangat penting agar penerapan pembelajaran deep learning bisa dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kurikulum deep learning merupakan pengembangan dari kurikulum merdeka dengan pengkajian lebih mendalam. Guru tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerjemahkan ke dalam praktik pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.
Nisdaryati menuturkan, IGTKI-PGRI Lampung melaksanakan kegiatan pengimbasan kurikulum deep learning bagi sekitar 250 guru TK dari 15 kabupaten/kota. Para guru tersebut bisa menyebarkan pemahaman serupa ke daerah masing-masing.
“Antusiasme guru sangat tinggi karena kurikulum ini sesuai dengan kebutuhan anak-anak saat ini. Namun, kompetensi guru tetap perlu penguatan agar mampu mengimplementasikan kurikulum secara optimal,” kata dia.
Menurutnya, keberhasilan penerapan kurikulum deep learning sangat bergantung pada kualitas SDM pendidik. Untuk itu, pemerintah bisa memberi dukungan dalam penyediaan fasilitas dan peningkatan kapasitas guru.
“Untuk mencapai tujuan Indonesia emas, SDM itu sangat penting. Kami berharap pemerintah memfasilitasi pengembangan kompetensi guru agar kurikulum terseb benar-benar membawa dampak,” kata dia.








