KPID Lampung Dorong Transformasi Radio Lewat Radio Academy

Pelatihan Programming Dinilai Penting Jaga Eksistensi Penyiaran di Era Digital

Editor Mustaan
Selasa, 12 Mei 2026 20.31 WIB
KPID Lampung Dorong Transformasi Radio Lewat Radio Academy
Suasana RAdio Academy KPID Lampung (lampost.co/MG-INTAN)

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Lampung menggelar kegiatan Radio Academy 1 (Programming) di Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (12/5/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia penyiaran radio. Hal ini dilakukan di tengah derasnya arus transformasi media digital.

Pelatihan yang diikuti lembaga penyiaran radio se-Lampung tersebut menghadirkan praktisi radio nasional. Selain itu, kegiatan ini membahas berbagai strategi pengelolaan program siaran agar radio tetap relevan. Tujuannya di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Ketua KPID Lampung, Budi Jaya Idris, mengatakan Lampung merasa bangga dipercaya menjadi salah satu daerah penyelenggara Radio Academy tahun ini. Menurut dia, momentum tersebut penting untuk memperkuat kapasitas dan kreativitas insan radio menghadapi tantangan industri penyiaran yang semakin kompetitif.

“Kita patut berbangga bahwa Lampung menjadi salah satu tuan rumah kegiatan ini. Kesempatan baik ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan kualitas penyiaran radio,” ujarnya.

Radio Hadapi Disrupsi Digital

Dari sudut pandang industri media, perkembangan platform digital telah mengubah perilaku masyarakat dalam mengakses informasi dan hiburan. Kehadiran media sosial, layanan streaming, hingga podcast membuat radio konvensional dituntut melakukan inovasi agar tidak kehilangan pendengar.

Kondisi tersebut, menurut Budi, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi lembaga penyiaran radio untuk melakukan transformasi konten dan pola siaran.

“Perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat radio harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena itu peningkatan kapasitas SDM penyiaran menjadi sangat penting,” katanya.

Ia menilai kekuatan radio masih terletak pada kedekatan emosional dengan pendengar, kecepatan informasi lokal, dan kemampuan membangun interaksi langsung dengan masyarakat. Namun tanpa inovasi program, radio akan sulit bersaing di tengah ekosistem media yang semakin digital.

Program Nasional KPI Pusat

Radio Academy merupakan program yang diinisiasi Komisi Penyiaran Indonesia Pusat sebagai langkah peningkatan kompetensi insan penyiaran di daerah. Program itu dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis, kreativitas konten, dan strategi programming radio. Tujuannya agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai:

  • strategi pengelolaan program siaran,
  • pengembangan konten kreatif,
  • segmentasi pendengar,
  • hingga langkah mempertahankan eksistensi radio di era digital dan media multiplatform.

“Radio Academy merupakan pelatihan bagi penyelenggara penyiaran radio yang difasilitasi KPI Pusat demi terciptanya penyiaran radio yang berkualitas,” ujar Budi.

Penguatan Konten Lokal

Selain aspek teknis, kegiatan itu juga menyoroti pentingnya penguatan konten lokal sebagai identitas radio daerah. Di tengah banjir informasi global, radio lokal dinilai masih memiliki ruang strategis karena mampu menghadirkan isu-isu yang dekat dengan masyarakat setempat.

Pengamat media menilai radio yang mampu bertahan ke depan adalah radio yang tidak sekadar memutar musik, tetapi juga menghadirkan:

  • informasi lokal yang cepat dan terpercaya,
  • edukasi publik,
  • interaksi komunitas,
  • serta integrasi dengan platform digital seperti streaming dan media sosial.

Karena itu, pelatihan programming menjadi krusial untuk membantu radio memahami perubahan perilaku audiens, khususnya generasi muda yang kini lebih banyak mengakses konten melalui perangkat digital.

Dukungan Pemprov Lampung

KPID Lampung juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan Dinas Kominfotik Provinsi Lampung atas dukungan terhadap penguatan ekosistem penyiaran di daerah.

Menurut Budi, kolaborasi antara regulator penyiaran dan pemerintah daerah menjadi faktor penting. Hal ini sangat berperan dalam menciptakan iklim penyiaran yang sehat, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya Gubernur Lampung dan Kepala Dinas Kominfotik yang terus memberikan dukungan positif terhadap program-program KPID,” katanya.

Melalui Radio Academy, KPID Lampung berharap lembaga penyiaran radio di daerah mampu melakukan transformasi dan mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan lanskap media yang terus bergerak cepat. (MG-INTAN)

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI