Bandar Lampung (Lampost.co) — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu mendorong transformasi besar sektor peternakan nasional.
Sony menjelaskan pemerintah mengucurkan pendanaan pengadaan bahan baku pangan, termasuk susu, daging, dan telur, guna memenuhi kebutuhan setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui skema MBG.
Menurutnya, langkah tersebut menciptakan kepastian permintaan sehingga pelaku usaha meningkatkan produksi sekaligus memperkuat investasi sektor peternakan.
Sony menilai MBG membentuk pasar besar komoditas protein hewani.
Program ini berpotensi menciptakan permintaan miliaran kilogram susu dan produk peternakan lain yang mengubah struktur industri nasional.
Kebutuhan produksi setara penambahan sekitar 800 ribu sapi perah, 1,6 miliar ayam pedaging, serta lebih dari 70 juta ayam petelur.
“Ini menjadi lompatan besar dalam sejarah pengembangan peternakan Indonesia,” ujarnya.
Namun, Sony mengingatkan sejumlah tantangan, seperti peningkatan kapasitas produksi, distribusi, disparitas harga, hingga keamanan pangan.
Ia juga menyoroti ketergantungan impor bahan baku pakan serta pentingnya regenerasi petani dan peningkatan kesejahteraan peternak.
melihat peluang besar MBG untuk menarik investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membuka lapangan kerja sepanjang rantai pasok peternakan.
Ia menegaskan keberhasilan program bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai riset, kebijakan, hingga kolaborasi pemerintah, industri, dan pelaku usaha.
“Jika dikelola optimal, MBG tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi peternakan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Sony.








