Bandar Lampung (Lampost.co) — Pengamat pendidikan, Undang Rosidin, menilai tempat penitipan anak di Bandar Lampung sudah saatnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengawasan.
Ia mengharapkan ada dengan kelas pendidikan yang terstruktur. Hal ini penting agar orang tua merasa tenang dan yakin terhadap tumbuh kembang anak selama berada pada daycare.
Menurut Undang, kebutuhan penitipan anak pada kota besar seperti Bandar Lampung semakin meningkat seiring banyaknya pasangan suami istri yang sama-sama bekerja.
Namun, ia menegaskan bahwa kualitas layanan harus menjadi prioritas utama.
“Penitipan anak seharusnya memiliki program pendidikan yang jelas, mulai dari usia 0 bulan hingga usia pra-sekolah. Anak tidak hanya terjaga, tetapi juga distimulasi sesuai tahap perkembangannya,” ujar Undang.
Ia menjelaskan, pembelajaran sejak usia kecil sangat penting, terutama dalam mengasah kemampuan motorik halus dan kasar, perkembangan sensorik, kemampuan sosial-emosional, hingga kesiapan literasi awal seperti mengenal huruf dan membaca dasar.
Baca juga : BKKBN Lampung Catat 34 Tempat Penitipan anak Aktif
“Dari bayi, anak sudah bisa mendapat stimulasi sederhana untuk motorik. Kemudian bertahap hingga belajar mengenal angka dan huruf. Jadi ada bekal yang anak peroleh selama berada pada tempat penitipan,” jelasnya.
Undang menilai, keberadaan kelas pendidikan di tempat penitipan akan memberikan nilai tambah bagi orang tua. Terlebih bagi mereka yang membayar dengan biaya tidak sedikit.
“Harga yang tinggi bukan masalah selama kualitasnya sepadan. Kalau fasilitas lengkap, pengasuh terlatih, kurikulumnya jelas, dan perkembangan anak terpantau, tentu orang tua akan merasa puas,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa orang tua pekerja di Bandar Lampung cenderung mencari layanan yang profesional dan terpercaya.
Dengan sistem pendidikan yang terintegrasi, tempat daycare akan tetap terpilih meski tarifnya relatif lebih tinggi.
Undang berharap pemerintah daerah turut mendorong standar mutu penitipan anak, termasuk sertifikasi tenaga pengasuh dan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan usia dini.
Dengan demikian, tempat tersebut tidak hanya menjadi solusi bagi orang tua bekerja, tetapi juga menjadi fondasi awal pendidikan generasi masa depan.








