Jakarta (Lampost.co): Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan RI, Satyawan Pudyatmoko, mengungkapkan penurunan populasi dan habitat gajah di Indonesia. Ia menyebut gajah di Indonesia, khususnya gajah sumatra, masuk dalam kategori critically endangered atau sangat terancam punah.
“Gajah sumatra masuk kategori critically endangered. Artinya, spesies ini berada pada tahap yang mengarah pada kepunahan. Jika manusia tidak melakukan upaya penyelamatan yang kuat, baik terhadap populasi maupun habitatnya,” kata Satyawan dalam tayangan Newsline Metro TV, beberapa waktu lalu.
Satyawan menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas penyediaan lahan seluas 90 ribu hektare untuk konservasi gajah. Ia berharap pengelola dapat menjadikan lahan tersebut sebagai model pengelolaan gajah yang baik. Kemudian, mampu menjamin koeksistensi antara manusia dan gajah.
“Pemberian lahan dari Presiden ini kami harapkan dapat menjadi contoh pengelolaan gajah yang baik dan mampu menjamin koeksistensi antara manusia dan gajah yang hidup berdampingan,” ujarnya.
Saat ini, data mencatat sekitar 1.100 ekor gajah sumatra hidup dan tersebar di 22 kantong habitat. Sebagian besar populasi gajah tersebut masih menempati kawasan konservasi dan hutan.
Data Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) menunjukkan tren penurunan populasi gajah dalam tiga dekade terakhir. Pada 1992, Indonesia memiliki sekitar 44 kantong habitat gajah dengan jumlah populasi berkisar antara 3.700 hingga 4.300 ekor.
Namun, pada 2021 jumlah kantong habitat gajah menyusut menjadi 22 lokasi dengan populasi sekitar 924 hingga 1.359 ekor. Alih fungsi habitat menjadi perkebunan dan kawasan pembangunan terus mengancam ruang hidup gajah di berbagai wilayah.








