Jakarta (Lampost.co)—Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui pendirian universitas kedokteran dan teknik sepenuhnya yang membiayai negara.
Kebijakan tersebut tertujukan agar seluruh anak Indonesia, tanpa memandang kondisi ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas.
Janji itu Prabowo sampaikan saat meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Desember 2025. Ia menegaskan realisasi pembangunan kampus-kampus tersebut akan pihaknya lakukan dalam waktu dekat.
Baca juga:Begini Penjelasan PDI Perjuangan jadi Penyeimbang Pemerintahan Prabowo-Gibran
“Negara akan membiayai sepenuhnya. Anak-anak Indonesia tidak boleh lagi terhalang biaya untuk menjadi dokter, insinyur, dan tenaga profesional lainnya,” ujar Prabowo.
Putus Mata Rantai Kemiskinan
Presiden menekankan pendidikan sebagai instrumen utama memutus rantai kemiskinan. Menurutnya, setiap anak berhak memiliki mimpi besar dan negara wajib hadir untuk membuka jalan agar mimpi itu dapat terwujud.
Selain soal akses pendidikan, Prabowo menyoroti krisis tenaga kesehatan, khususnya dokter dan dokter gigi, yang masih terjadi di berbagai daerah. Kekurangan tenaga medis tersebut dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa pembangunan sektor pendidikan membutuhkan pembiayaan besar. Karena itu, Prabowo kembali menegaskan pentingnya pemberantasan korupsi, agar anggaran negara dapat menggunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
“Kalau uang negara bocor dan di korupsi, kita tidak akan mampu membangun sekolah dan kampus sebanyak yang bangsa ini butuhkan ,” tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan, Prabowo turut menyoroti Program Sekolah Rakyat, yang merancang khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini menyasar kelompok Desil 1 dan 2 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan harapannya mampu memutus kemiskinan antar generasi.
Pemerintah menilai kombinasi pembangunan pendidikan dasar melalui Sekolah Rakyat dan perluasan akses pendidikan tinggi gratis akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.








