Bandar Lampung (Lampost.co)–Raynard Almer Fabrizio dari Prodi Manajemen Internasional dan Honey Felixia dari Prodi Hubungan Internasional berhasil keluar sebagai Juara 1 Duta GenRe Unila 2025. Malam puncak pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Universitas Lampung 2025 berlangsung meriah di Taman Budaya Lampung, Minggu, 27 April 2025.
Sebanyak 24 finalis terpilih bersaing menampilkan bakat, kecakapan komunikasi, serta pemahaman mendalam mengenai isu-isu remaja dan perencanaan masa depan.
Acara ini menjadi penutup dari rangkaian seleksi ketat, sekaligus ajang kampanye pentingnya peran generasi muda dalam membangun kehidupan berkeluarga yang sehat dan berkualitas.
Baca Juga: Remaja Diminta Jauhi Narkoba dan Jaga Kesehatan Reproduksi
Dalam sambutannya, Diah Puspita Sari dari BKKBN Provinsi Lampung selaku dewan juri menegaskan bahwa substansi materi menjadi fokus utama dalam penilaian.
“Poin utama kita adalah substansi materi. Duta GenRe ini berbeda dengan pemilihan biasa, karena kita menilai ketepatan data dan penguasaan materi remaja. Selain tentu saja penampilan panggung,” jelas Diah.
Setelah melalui proses seleksi yang ketat, Raynard Almer Fabrizio dari Prodi Manajemen Internasional dan Honey Felixia dari Prodi Hubungan Internasional berhasil keluar sebagai Juara 1 Duta GenRe Unila 2025.
“Motivasi saya mengikuti ini adalah karena banyak remaja yang belum memahami pentingnya generasi berencana dan penetapan usia pernikahan. Ini baru awal dari perjalanan, bukan akhir,” ujar Raynard.
Honey juga menyampaikan rasa bangga dan harapannya ke depan. “Puji Tuhan, saya bersyukur bisa sampai di titik ini. Mohon doanya agar kami bisa membawa nama Universitas Lampung harum di tingkat provinsi dan nasional,” katanya.
Implementasikan Program
Keduanya berkomitmen segera mengimplementasikan program kerja, termasuk melakukan coaching, mentoring, serta mensosialisasikan program-program quick win dari BKKBN.
Selain Raynard dan Honey, prestasi membanggakan dari Zalfa Aliyah Azzahra dari jurusan Ilmu Komunikasi sebagai Juara 3. Zalfa menegaskan kesiapannya melanjutkan perjuangan di ajang tingkat provinsi.
“Aku akan mengimplementasikan program kerja, berperan sebagai pendidik dan konselor sebaya, serta mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk provinsi,” ujarnya.
Zalfa juga memperkenalkan dua program inovatif andalannya, yaitu “Cerdas Cegah Risiko Stunting dan Anemia Sejak Dini.” Ini mengedukasi remaja tentang pentingnya gizi seimbang melalui media spinwheel. Serta “ZF Advocate for Education” yang memanfaatkan media online seperti meme untuk menyebarluaskan materi GenRe secara kreatif dan luas.
Malam grand final ini tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga momentum untuk membentuk generasi muda Unila yang sadar dan siap merencanakan masa depan dengan lebih baik. (Taufik Hidayah)








