Bandar Lampung (lampost.co)–Perhimpunan Mitra Dapur Generasi Emas Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk yang berada di Kabupaten Pesawaran, diinstruksikan tetap beroperasi normal demi menjamin hak nutrisi para penerima manfaat.
Penegasan ini muncul sebagai respons atas kritik DPRD Pesawaran mengenai kualitas sajian yang dianggap tidak layak. Ketua Perhimpunan Mitra Dapur Generasi Emas Lampung, Hendrawan, menyatakan bahwa kendala di lapangan tidak boleh menghentikan distribusi makanan, melainkan harus dijawab dengan perbaikan teknis yang cepat.
“Layanan distribusi makanan bergizi bagi anak-anak tidak boleh terhenti sedetik pun. Operasional SPPG harus terus berjalan beriringan dengan pembenahan internal sesuai petunjuk teknis (juknis) dari Badan Gizi Nasional,” ujar Hendrawan, Selasa, 27 Januari 2026.
Pembenahan Standar
Hendrawan menekankan bahwa masukan dari pihak luar merupakan bahan evaluasi berharga. Ia secara khusus meminta Kepala SPPG yang sempat menjadi sorotan untuk segera melakukan audit internal, mulai dari penguatan standar kebersihan, efisiensi proses pengolahan, hingga pengawasan ketat terhadap jumlah porsi.
Berdasarkan regulasi Badan Gizi Nasional (BGN), telah tersedia mekanisme pembinaan dan evaluasi berjenjang untuk menangani kekurangan administratif maupun teknis tanpa harus memutus layanan publik.
“Setiap Kepala SPPG wajib bertanggung jawab penuh atas keamanan pangan dan kesesuaian gizi. Temuan di lapangan harus segera diperbaiki agar sesuai dengan standar keamanan pangan yang ditetapkan,” tegasnya.
Hindari Generalisasi
Hendrawan menilai temuan di Pesawaran bersifat insidentil dan tidak mencerminkan kualitas Program MBG secara menyeluruh di Provinsi Lampung. Ia mengimbau semua pihak untuk melihat permasalahan secara proporsional dan mengedepankan klarifikasi teknis sebelum mengambil kesimpulan.
Dapur Generasi Emas Lampung menyatakan sikap terbuka terhadap pengawasan dari DPRD maupun masyarakat. Ia berharap media massa dapat menyajikan pemberitaan yang berimbang agar kepercayaan publik terhadap program strategis nasional ini tetap terjaga.
“Kritik sangat kami butuhkan, namun harus bersifat konstruktif dan solutif. Program MBG adalah investasi negara untuk mencetak Generasi Emas Indonesia 2045, sehingga kolaborasi semua pihak sangat vital,” pungkas Hendrawan.








