Bandar Lampung (Lampost.co): Warga yang tergabung dalam Kelompok Peduli Mangrove Kota Karang secara masif melindungi ekosistem mangrove di wilayahnya. Mereka bergerak karena menyadari pentingnya keberadaan mangrove.
Ketua Kelompok Peduli Mangrove Kota Karang, Alimuddin, mengungkapkan bahwa masyarakat berhasil menata kembali areal mangrove di sekitar tempat tinggal mereka. Kondisi itu tercapai karena warga semakin peduli terhadap kelestarian mangrove di pesisir.
Agar perkembangan kawasan tersebut semakin pesat, ia berharap berbagai pihak mendukung upaya menjadikan areal itu sebagai lokasi wisata eco mangrove. Jika terwujud, wilayah itu akan menghadirkan destinasi eco mangrove pertama di Bandar Lampung.
“Kami bermimpi mengembangkan areal mangrove yang kami kelola menjadi destinasi wisata eco mangrove, lengkap dengan track seperti yang ada di Desa Sidodadi, Pesawaran,” ujarnya dalam Workshop Penanganan Sampah Plastik dalam Upaya Perlindungan Biodiversitas Ekosistem Mangrove di Bandar Lampung, Kamis, 11 Desember 2025.
Ia menilai pengembangan kawasan tersebut dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Selain mengelola wisata, warga juga bisa menjual kuliner maupun oleh-oleh kepada pengunjung.
“Langkah ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama bagi warga yang berjualan kuliner atau oleh-oleh,” katanya.
Ali menjelaskan bahwa kelompoknya rutin membersihkan areal mangrove dari cemaran sampah plastik. Mereka melakukannya karena sampah plastik mengganggu keindahan, merusak pertumbuhan mangrove, dan melemahkan ekosistem pesisir.
Selain melakukan pembersihan, Kelompok Peduli Mangrove Kota Karang juga memantau kondisi mangrove secara berkala. Mereka memastikan tidak ada pihak yang mengganggu kawasan tersebut.
“Kami melakukan maintenance dan evaluasi jika menemukan mangrove yang mati setelah penanaman,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama lintas sektor dapat memperkuat pengembangan kawasan tersebut. Dengan kolaborasi itu, masyarakat dapat menata dan melindungi areal mangrove di Kota Karang secara lebih baik.








