Bandar Lampung (Lampost.co)—Masyarakat harap waspada terhadap penyebaran penyakit endemik seperti DBD jelang musim hujan. Sebab, curah hujan yang tinggi kerap menimbulkan banjir dan peningkatan kasus penyakit endemik.
Poin penting:
- Jelang musim hujan, masyarakat waspadai sebaran penyakit endemik seperti DBD.
- Banjir dan curah hujan yang tinggi dapat mendorong perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
- Penting bagi masyarakat agar selalu memperhatikan kebersihan lingkungan pascabanjir.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Lampung, Ismen Mukhtar, mengungkapkan penyakit endemik merupakan penyakit yang memang sudah ada di sebuah daerah. Namun jumlahnya fluktuatif sehingga kadang tidak disadari.
Penyakit endemik seperti DBD bisa saja meningkat di daerah yang terjadi banjir. Sebab, banjir dan curah hujan yang tinggi dapat mendorong perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD.
Baca juga: Pemberantasan Sarang Nyamuk Kunci Sukses Tekan Angka DBD di Bandar Lampung
“Jadi yang akan meningkatkan itu sebenarnya bukan penyakit baru, melainkan penyakit endemik, yakni penyakit yang memang sudah ada di daerah tersebut,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).
Dia menjelaskan peningkatan penyakit BDB tidak terjadi langsung ketika bencana terjadi, namun sesudahnya. Sebab, penyebarannya terjadi setelah nyamuk berkembang biak di genangan pascabencana terjadi.
“Kadang-kadang malah saat banjir tidak terjadi apa-apa, tapi pascabanjir tiba-tiba ada yang sakit bahkan meninggal,” kata dia.
Untuk itu, menurutnya, penting bagi masyarakat agar selalu memperhatikan kebersihan lingkungan pascabanjir. Pastikan tidak ada genangan baik di permukiman langsung atau pada barang-barang bekas yang dapat menampung air.
“Masyarakat waspada, banjir ini bukan hanya soal bencana saat terjadi, melainkan juga potensi kemunculan penyakit sesudahnya,” ujarnya.








