Jakarta (Lampost.co)—Gempa dahsyat di Myanmar banyak menelan korban, namun Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban.
“Sejauh ini WNI aman, alhamdulillah baik. Yang luka-luka, apalagi korban jiwa tidak ada,” kata Suharyanto di Jakarta, Selasa, 1 April 2024.
Ia menyampaikan info itu dari sejumlah pihak sesaat usai gempa terjadi pada 28 Maret 2025.
Baca Juga: Korban Gempa Dahsyat Myanmar Berkekuatan Magnituro 7,7 Tercatat 1.644 Orang Tewas
Namun, Suharyanto belum bisa memastikan kondisi terkini WNI di Myanmar, termasuk jumlah WNI yang bertahan di Myanmar usai gempa. “Nanti untuk lebih jelasnya dari Kemlu ya,” ucapnya.
Suharyanto menyampaikan kini BNPB bersama Basarnas dan Baznas tengah fokus mengirimkan bantuan kemanusiaan ke sana.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Myanmar dan sekitarnya pada 28 Maret 2025 lalu.
Junta militer Myanmar menyampaikan hingga Senin, 31 Maret 2025, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 2.056. Dengan lebih dari 3.900 orang terluka dan 270 orang hilang.
Sementara itu, di Bangkok, Thailand, telah dikonfirmasi setidaknya 19 korban meninggal. Gempa menyebabkan blok menara 30 lantai yang sedang terbangun runtuh.
Petugas penggali terus membersihkan tumpukan puing yang besar di lokasi tersebut. Setidaknya 75 orang masih belum ditemukan. Para pejabat mengatakan mereka belum putus asa untuk menemukan lebih banyak korban selamat.








