• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 10/02/2026 14:55
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Internasional

Digulingkan dan Ditahan AS, Maduro Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Manhattan

Dalam ruang sidang yang dijaga ketat, Maduro menyatakan penolakan keras atas seluruh dakwaan. Melalui penerjemah resmi pengadilan, ia berulang kali menegaskan bahwa ia tidak bersalah.

NurbyNur
06/01/26 - 20:52
in Internasional
A A
Mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro untuk pertama kalinya menghadapi proses hukum di Amerika Serikat setelah digulingkan dari kekuasaan. Pada Senin, 5 Januari 2026 waktu AS

Mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro untuk pertama kalinya menghadapi proses hukum di Amerika Serikat setelah digulingkan dari kekuasaan. Pada Senin, 5 Januari 2026 waktu AS

Manhattan (Lampost.co)-— Mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro untuk pertama kalinya menghadapi proses hukum di Amerika Serikat setelah terguling dari kekuasaan.

Pada Senin, 5 Januari 2026 waktu AS, Maduro hadir dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Federal Lower Manhattan, New York. Terkait sejumlah tuduhan berat, mulai dari terorisme narkoba hingga konspirasi internasional mengimpor kokain ke Amerika Serikat.

Dalam ruang sidang yang dijaga ketat, Maduro menyatakan penolakan keras atas seluruh dakwaan. Melalui penerjemah resmi pengadilan, ia berulang kali menegaskan bahwa ia tidak bersalah.

Baca juga: Maduro Tegaskan Kerusuhan di Venezuela Tidak Berdampak Krisis

“Saya tidak bersalah. Saya tidak bersalah,” ujar Maduro saat Hakim Distrik AS Alvin K. Hellerstein menanyakan sikap hukumnya.

“Saya orang baik. Saya masih presiden negara saya,” lanjutnya, seperti mengutip The New York Times, Selasa, 6 Januari 2026.

Istri Maduro Turut Didakwa

Sidang tersebut juga menghadirkan Cilia Flores, istri Maduro, yang ikut masuk dalam daftar terdakwa. Keduanya tampak mengenakan kemeja biru tua lengan pendek di atas seragam penjara oranye. Flores terlihat memiliki perban di dahi serta memar di sekitar mata kanannya, memunculkan spekulasi publik terkait kondisi penahanannya.

Di hadapan hakim, Flores juga membantah seluruh tuduhan.

“Saya tidak bersalah, benar-benar tidak bersalah,” katanya singkat namun tegas.

Ketegangan di Ruang Sidang

Ketegangan memuncak di akhir persidangan ketika seorang pria berdiri di galeri pengunjung dan berteriak kepada Maduro dalam bahasa Spanyol, mengatakan bahwa ia akan “membayar kejahatannya.”

Maduro merespons dengan suara lantang, menyatakan keyakinannya akan bebas dan menyebutnya sebagai “tawanan perang”. Sebuah istilah yang sejak lama di gunakan para pendukungnya untuk menggambarkan tekanan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Tuduhan “Penculikan Militer”

Pengacara utama Maduro, Barry Pollack, menyampaikan kepada hakim bahwa pihak pembela akan menggugat legalitas penangkapan kliennya. Yang ia sebut sebagai hasil dari “penculikan militer lintas negara.”

Menurut Pollack, terdapat pertanyaan serius mengenai yurisdiksi dan prosedur hukum yang menggunakan Amerika Serikat untuk membawa Maduro ke New York. Ia juga mengisyaratkan bahwa proses pra-persidangan bisa berlangsung lama.

Pengadilan memperkirakan persidangan penuh baru akan mulai lebih dari satu tahun ke depan, mengingat kompleksitas kasus. Jumlah bukti, dan sensitivitas politik internasional.

Reaksi Keras dari Venezuela

Sementara itu, di Caracas, situasi politik memanas. Dalam sidang Majelis Nasional Venezuela, putra Maduro, Nicolás Maduro Guerra, yang juga di sebut dalam dakwaan AS, menyampaikan pidato bernada perlawanan.

Ia menuduh Amerika Serikat telah “menculik” ayah dan ibu tirinya. Serta memperingatkan bahwa dunia tengah menghadapi “kemunduran berbahaya menuju imperialisme.”

“Kami menyerukan kepada rakyat dunia untuk menunjukkan solidaritas kepada keluarga kami dan kepada Venezuela,” kata Maduro Guerra, yang telah menjadi anggota Majelis Nasional sejak 2021.

Ia juga menyatakan dukungan penuh kepada Delcy Rodríguez, yang di tunjuk sebagai pemimpin sementara Venezuela dan sebelumnya menjabat wakil presiden di bawah Maduro.

Dalam upacara pengambilan sumpah pada hari yang sama, Rodríguez mengecam keras apa yang ia sebut sebagai “agresi militer ilegal” Amerika Serikat, serta menegaskan bahwa Maduro masih presiden sah Venezuela.

Rodríguez juga menyebut Maduro dan istrinya sebagai “sandera politik”, hanya sehari setelah ia menyatakan sikap lebih lunak dan membuka peluang kerja sama dengan Washington.

Ancaman Trump dan Gejolak Global

Di tengah eskalasi ini, Presiden AS Donald Trump kembali memicu kontroversi internasional. Pada Minggu malam, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “mengelola Venezuela”, dan bahkan mengisyaratkan kemungkinan tindakan terhadap negara lain, termasuk Kolombia, Meksiko, serta wilayah semi-otonom Denmark, Greenland.

Pernyataan tersebut menuai reaksi keras:

Presiden Kolombia memperingatkan bahwa setiap upaya penahanan terhadap dirinya atau negaranya akan memicu kemarahan rakyat.

Perdana Menteri Denmark, sekutu NATO, mendesak Trump untuk “menghentikan ancaman”.

Namun, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memilih meredam ketegangan dengan menyebut pernyataan Trump sebagai “sekadar gaya bicara khas”.

Minta Penjelasan

Di dalam negeri AS sendiri, langkah pemerintahan Trump juga menuai kritik. Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat mengeluhkan tidak mendapat informasi sebelumnya terkait rencana dan operasi AS terhadap Venezuela.

Menanggapi hal itu, pejabat senior pemerintahan Trump jadwalnya memberikan pengarahan tertutup kepada para pemimpin Kongres pada Senin sore waktu setempat.

Tags: Amerika SerikakekuasaanNicolas Maduropresiden venezuela
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kedepankan Semangat Perdamaian dalam Menghadapi Konflik Global

Kedepankan Semangat Perdamaian dalam Menghadapi Konflik Global

byRicky Marlyand1 others
15/01/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Dalam konflik politik global, Indonesia harus konsisten mempertahankan sikap sebagai pendukung perdamaian abadi sebagaimana amanat konstitusi. "Konflik...

Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation.

Sri Mulyani Resmi Jadi Dewan Direksi Gates Foundation Milik Bill Gates

byNur
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation. Lembaga filantropi...

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Reuters)

Trump Naikkan Tarif 25 Persen bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

byNur
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengumumkan kebijakan tarif keras yang berpotensi mengguncang...

Berita Terbaru

Perkuliahan Dimulai, Omzet UMKM di Sekitar Kampus Kembali Meningkat
Ekonomi dan Bisnis

Perkuliahan Dimulai, Omzet UMKM di Sekitar Kampus Kembali Meningkat

byRicky Marly
10/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seiring dengan dimulainya masa perkuliahan di berbagai perguruan tinggi, perekonomian masyarakat di sekitar kampus kembali meningkat....

Read moreDetails
Warga Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, menyambut baik rencana pemerintah pusat yang akan membangun Jembatan Merah Putih sebagai akses penyeberangan antar desa.

Dinas BMBK Lampung Audit Teknis Lokasi Jembatan Way Bungur

10/02/2026
Warga Lampung Titip Harapan pada Wakil Daerah di Ajang Puteri Indonesia

Warga Lampung Titip Harapan pada Wakil Daerah di Ajang Puteri Indonesia

10/02/2026
Jembatan Way Bungur yang akan dibangun ulang. ANTARA

TNI-Pemprov Eksekusi Jembatan Gantung Garuda Merah Putih di Way Bungur

10/02/2026
Agita Nazara Siap Bawa Identitas Lampung di Puteri Indonesia 2026

Agita Nazara Siap Bawa Identitas Lampung di Puteri Indonesia 2026

10/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.