Washington (Lampost.co)—Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengutuk keras penembakan di acara kampanye Donald Trump. Dia pun bersyukur rivalnya dalam pemilu AS itu selamat. Trump mengalami luka di telinga dan wajah dalam penembakan saat kampanye di Pennsylvania pada Sabtu kemarin.
Berbicara dari Pantai Rehoboth sekitar dua jam setelah penembakan, Biden berkata, “Tidak ada tempat di Amerika untuk kekerasan semacam ini.”
“Ini gila,” tambah Biden, lansir CNN, Minggu (14/7/2024). Biden mengatakan dia berharap segera berbicara dengan Trump.
Mengingat ancaman tersebut akan makin mengobarkan retorika politik pada bulan-bulan menjelang November, Biden mengambil kesempatan ini untuk membangun negara tersebut bersatu.
“Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Kita tidak bisa seperti ini,” katanya.
Penembakan itu—yang dianggap percobaan pembunuhan—membuat telinga Trump berdarah. Seorang juru bicara mengatakan mantan Presiden itu baik-baik saja dan dirawat di fasilitas medis.
“Tersangka menembak dan setidaknya satu peserta kampanye terbunuh,” kata Jaksa Wilayah Richard Goldinger kepada CNN.
Biden menghadiri misa di St Gereja Katolik Edmond di Pantai Rehoboth, Delaware, saat penembakan terjadi. Penembakan itu menandai titik balik besar-besaran tidak hanya bagi negara itu, tapi juga bagi peran Biden sebagai presiden.
Kampanye Trump
Penembakan pada kampanye Trump adalah sebuah perubahan mengejutkan dalam musim politik yang penuh tekanan bagi kedua kandidat dari partai besar.
Biden menganggap pemilihan presiden ini sebagai pilihan antara kelangsungan atau kemungkinan kehancuran demokrasi di Amerika Serikat. Retorika tersebut sekarang akan menjadi kajian yang cermat setelah serangan tersebut terjadi.
Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu pagi bahwa dia berdoa untuk Trump.
“Jill dan saya berterima kasih kepada Dinas Rahasia karena telah menyelamatkan dia. Tidak ada tempat untuk kekerasan seperti itu di Amerika. Kita harus bersatu sebagai satu bangsa untuk mengutuknya,” tegasnya.