Moskwa (Lampost.co)—Rusia membebaskan jurnalis Wall Street Journal, Evan Gershkovich, dan mantan Marinir Amerika Serikat (AS), Paul Whelan, sebagai bagian dari pertukaran tahanan antara Moskwa dan Barat. Presiden AS Joe Biden mengonfirmasi pembebasan keduanya.
“Hari ini, tiga warga negara Amerika dan satu pemegang kartu hijau Amerika yang dipenjara secara tidak adil di Rusia akhirnya pulang. Paul Whelan, Evan Gershkovich, Alsu Kurmasheva, dan Vladimir Kara-Murza,” kata Biden dalam sebuah pernyataan, lansir Al Jazeera, Jumat (2/8/2024).
“Kesepakatan yang menjamin kebebasan mereka adalah prestasi diplomasi,” imbuh Biden.
Barat memperoleh pembebasan 16 orang dari Rusia, termasuk lima warga Jerman dan tujuh tahanan politik Rusia, menurut pernyataan Amerika Serikat.
Biden kemudian mengonfirmasi para tahanan tersebut telah berhasil mencapai Turki dari Rusia dan segera menuju AS.
“Keluarga dan saya dapat berbicara dengan mereka melalui telepon dari Ruang Oval,” katanya secara terpisah.
The Wall Street Journal (WSJ) menyambut baik pembebasan Gershkovich setelah ia diserahkan kepada otoritas AS di ibu kota Turki, Ankara.
“Kami sangat lega dan gembira untuk Evan dan keluarganya,” kata penerbit WSJ, Almar Latour, dan Pemimpin Redaksi Emma Tucker dalam sebuah pernyataan.
“Sayangnya, banyak jurnalis masih dipenjara secara tidak adil di Rusia dan di seluruh dunia,” lanjut Tucker.
Gershkovich ditangkap pada 2023 dan dijatuhi hukuman 16 tahun penjara bulan lalu atas tuduhan mata-mata. Whelan juga ditahan pada 2020 atas tuduhan spionase.
AS telah menganggap kedua tahanan itu “ditahan secara salah”. Turki memediasi kesepakatan itu. “Organisasi kami telah mengambil peran mediasi utama dalam operasi pertukaran ini, yang merupakan yang paling komprehensif dalam periode terakhir,” kata Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) sebelumnya dalam sebuah pernyataan.
Sumber keamanan mengatakan kesepakatan itu melibatkan 26 tahanan secara keseluruhan.
Siapa yang Dibebaskan?
Para pembangkang dan tokoh oposisi Rusia Kara-Murza, Andrei Pivovarov, Lilia Chanysheva, Oleg Orlov, Ilya Yashin, Kevin Lik, dan Ksenia Fadeyeva juga bebas sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, The Washington Post melaporkan.
Alexandra Skochilenko, seorang seniman Rusia yang dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena protes antiperang, juga dibebaskan.
Selain itu, ilmuwan politik Jerman-Rusia Dieter Voronin dibebaskan bersama Patrick Schobel, seorang warga negara Jerman yang ditangkap atas tuduhan narkoba.
Sementara itu, Belarus yang juga sekutu dekat Rusia, membebaskan Rico Krieger, seorang warga negara Jerman yang sebelumnya dihukum karena tuduhan “terorisme”.
Rusia membebaskan Vadim Krasikov, warga Rusia yang dipenjara di Jerman karena membunuh mantan komandan pemberontak Chechnya pada 2019.
Menurut media AS, Washington membebaskan Vladislav Klyushin, pengusaha Rusia yang menjadi terhukum karena skema penipuan peretasan untuk perdagangan;. Kemudian, Roman Seleznev, putra legislator Rusia yang dipenjara karena terlibat serangan siber, dan Vadim Konoshchenok, pejabat keamanan Rusia yang ditangkap di Estonia dan diekstradisi ke AS.
Artem Dultsev dan Anna Dultseva, pasangan Rusia yang dipenjara di Slovenia atas tuduhan mata-mata, juga dibebaskan.
Pablo Gonzalez, jurnalis Rusia-Spanyol, dibebaskan Polandia. CNN mengidentifikasi Gonzalez sebagai Pavel Rubtsov, dan mengatakan ia adalah mata-mata Rusia.
Mikhail Valerievich Mikushin, warga Rusia yang didakwa melakukan mata-mata di Norwegia, juga dibebaskan.