IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 03/04/2026 05:27
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Internasional

Trump Ancam Meksiko Usai Operasi Militer AS di Venezuela, Stabilitas Amerika Latin Terancam

Trump menyiratkan bahwa negara tetangga di selatan Amerika Serikat itu berpotensi menjadi sasaran intervensi berikutnya.

NurbyNur
04/01/26 - 19:40
in Internasional
A A
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (The New York Times)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (The New York Times)

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co)— Beberapa jam setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Venezuela yang menargetkan Presiden Nicolas Maduro.

Presiden AS Donald Trump kembali memicu ketegangan regional dengan melontarkan peringatan keras kepada Meksiko. Trump menyiratkan bahwa negara tetangga di selatan Amerika Serikat itu berpotensi menjadi sasaran intervensi berikutnya.

Operasi mendadak di Caracas tersebut menandai eskalasi besar kebijakan luar negeri Washington di kawasan Amerika Latin. Langkah ini berjalan tak lama setelah Trump menyampaikan interpretasi pribadinya terhadap Doktrin Monroe.

Baca juga: Penangkapan Maduro Berpotensi Guncang Pasar Energi Global, Harga BBM dan Inflasi AS Terancam Naik

Kekuatan Asing

Kebijakan lama AS yang menolak campur tangan kekuatan asing di belahan barat, serta menegaskan kesiapannya untuk mencampuri urusan negara lain.

Meskipun semasa kampanye ia mengusung slogan America First dan janji untuk menghindari konflik luar negeri.

Dalam wawancara dengan program Fox & Friends pada Sabtu (3/1), Trump secara terbuka mengkritik Meksiko dan kepemimpinannya.

“Sesuatu harus melakukan terhadap Meksiko,” ujar Trump saat di tanya mengenai situasi keamanan di perbatasan selatan AS.

Trump menuduh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tidak mampu mengendalikan negaranya dan membiarkan kartel narkoba berkuasa. Ia bahkan menyebut pemerintahan Meksiko berada dalam bayang-bayang ketakutan terhadap kelompok kriminal terorganisasi.

“Kita bisa saja bersikap sopan secara politik dan mengatakan, ‘Oh ya, ia menjalankannya.’ Tapi kenyataannya, ia sangat takut pada kartel,” kata Trump.

“Mereka yang mengendalikan Meksiko. Saya sudah berkali-kali bertanya kepadanya apakah ia ingin kita menyingkirkan kartel-kartel itu. Jawabannya selalu tidak. Jadi kita harus melakukan sesuatu,” tambahnya.

Meksiko Kecam Intervensi AS di Venezuela

Meksiko menjadi salah satu negara yang secara tegas mengecam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela. Pemerintah Meksiko menilai tindakan tersebut berpotensi merusak stabilitas kawasan dan melanggar prinsip-prinsip hubungan internasional.

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Meksiko menegaskan bahwa Amerika Latin dan Karibia merupakan kawasan yang telah lama kesepakatan sebagai zona perdamaian.

“Amerika Latin dan Karibia adalah zona perdamaian yang dibangun atas dasar saling menghormati. Penyelesaian sengketa secara damai, serta penolakan terhadap penggunaan dan ancaman kekerasan. Setiap tindakan militer akan sangat membahayakan stabilitas regional,” tegas pernyataan tersebut.

Pernyataan itu sekaligus menandakan kekhawatiran negara-negara Amerika Latin terhadap meningkatnya keterlibatan militer AS di kawasan yang selama ini sensitif terhadap isu kedaulatan.

Kritik Datang dari Sekutu Trump Sendiri

Langkah Trump terhadap Venezuela juga menuai kritik dari dalam negeri Amerika Serikat, termasuk dari sekutu politiknya sendiri.

Anggota Kongres Marjorie Taylor Greene (Republikan-Georgia), yang belakangan sering berselisih pandangan dengan Trump. Mengecam penangkapan Maduro dan mempertanyakan prioritas kebijakan presiden.

Melalui unggahan di media sosial X, Greene menilai operasi militer di Venezuela. Justru mengalihkan perhatian dari ancaman utama yang dihadapi AS, yakni kartel narkoba Meksiko.

“Fentanyl bertanggung jawab atas lebih dari 70 persen kematian akibat overdosis narkoba di Amerika Serikat. Narkoba itu berasal dari kartel Meksiko. Di produksi menggunakan prekursor kimia dari Tiongkok, dan menyelundupkan melintasi perbatasan AS-Meksiko,” tulis Greene.

Ia menegaskan bahwa kartel Meksiko memiliki peran dominan dalam krisis narkoba yang merenggut puluhan ribu nyawa warga AS setiap tahun.

Greene juga mempertanyakan konsistensi Trump. Menurutnya, jika tujuan operasi militer di Venezuela benar-benar untuk menyelamatkan nyawa warga Amerika dari ancaman narkoba. Maka langkah serupa seharusnya diarahkan langsung pada sumber utama peredaran narkotika.

“Jika aksi militer dan perubahan rezim di Venezuela benar-benar soal menyelamatkan nyawa warga Amerika. Mengapa pemerintahan Trump belum mengambil tindakan nyata terhadap kartel Meksiko?” tulisnya.

Selain itu, Greene mengkritik keputusan Trump yang sebelumnya memberikan pengampunan kepada mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Yang tersandung kasus hukum, sembari mengklaim keberhasilan besar atas penangkapan Maduro.

Trump Tegaskan Kehadiran Militer AS

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Trump kembali menegaskan sikapnya. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu mempertahankan kehadiran militernya di Venezuela dalam jangka pendek.

Pada Sabtu (3/1), Trump bahkan menyebut AS siap mengelola Venezuela sementara waktu demi memastikan stabilitas dan keamanan di negara tersebut. Ia juga menegaskan tidak gentar untuk menempatkan pasukan militer AS di wilayah Amerika Latin apabila dianggap perlu.

Pernyataan ini semakin memperkuat sinyal bahwa pemerintahan Trump akan mengambil peran aktif. Bahkan agresif—di kawasan tersebut, meskipun risiko diplomatik dan geopolitik terus meningkat.

Sejumlah pengamat menilai kebijakan ini berpotensi memicu ketegangan baru di Amerika Latin. Mengingat sejarah panjang intervensi AS yang masih menyisakan trauma politik di banyak negara kawasan.

Tags: amerika serikatoperasi militerPresiden Nicolas Maduro
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ketika Timur Tengah Terbakar, Bagaimana Model Ketahanan Ekonomi Indonesia? 

Ketika Timur Tengah Terbakar, Bagaimana Model Ketahanan Ekonomi Indonesia? 

byMustaan
05/03/2026

Hasan Ashari (Mahasiswa Program Doktor Perbanas Institute) Ketika konflik kembali memanas di Timur Tengah, dunia kembali menyadari betapa rapuhnya stabilitas...

Dampak Perang AS-Israel dan Iran Harus Diantisipasi dengan Kebijakan yang Tepat

Dampak Perang AS-Israel dan Iran Harus Diantisipasi dengan Kebijakan yang Tepat

byRicky Marlyand1 others
04/03/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Upaya melindungi segenap bangsa Indonesia harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan dalam menyikapi dampak konflik Amerika...

Akademisi: Indonesia Perlu Pertahankan Netralitas dan Imbau Gencatan Senjata

Perang Iran vs US dan Israel jadi Ancaman Berkelanjutan

byTriyadi Isworo
02/03/2026

Sudah lewat beberapa dekade, konflik antara US dan Iran akhirnya pecah kembali dengan wajah lebih serius dan memprihatinkan. Permasalahan seputar...

Berita Terbaru

Akses Jalan RA Basyid Ditutup, Warga Mulai Cari Jalur Alternatif
Lampung

Akses Jalan RA Basyid Ditutup, Warga Mulai Cari Jalur Alternatif

byRicky Marly
03/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rencana penutupan akses di Jalan RA Basyid, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mulai berdampak pada...

Read moreDetails
​Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay menyampaikan ekspos kasus kriminal. Dok Polresta

Modus Tawarkan Pijat, Pelaku Curanmor di Bengkel Langkapura Diringkus

02/04/2026
Jalan RA Basyid Rusak, Akses Jalan Ditutup Sementara

Jalan RA Basyid Rusak, Akses Jalan Ditutup Sementara

02/04/2026
Tim gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung dan Polsek Tanjung Karang Barat berhasil meringkus dua pelaku curanmor yang kerap beraksi di wilayah Bandar Lampung. Dok Polresta

Dua Pelaku Curanmor Terancam Pidana 9 Tahun Penjara

02/04/2026
Tim gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung dan Polsek Tanjung Karang Barat berhasil meringkus dua pelaku curanmor yang kerap beraksi di wilayah Bandar Lampung. Dok Polresta

Komplotan Curanmor Asal Lampung Tengah Sudah Gasak Motor di 11 Lokasi

02/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.