• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 10/02/2026 14:58
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Internasional

Trump Ancam Meksiko Usai Operasi Militer AS di Venezuela, Stabilitas Amerika Latin Terancam

Trump menyiratkan bahwa negara tetangga di selatan Amerika Serikat itu berpotensi menjadi sasaran intervensi berikutnya.

NurbyNur
04/01/26 - 19:40
in Internasional
A A
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (The New York Times)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (The New York Times)

Jakarta (Lampost.co)— Beberapa jam setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Venezuela yang menargetkan Presiden Nicolas Maduro.

Presiden AS Donald Trump kembali memicu ketegangan regional dengan melontarkan peringatan keras kepada Meksiko. Trump menyiratkan bahwa negara tetangga di selatan Amerika Serikat itu berpotensi menjadi sasaran intervensi berikutnya.

Operasi mendadak di Caracas tersebut menandai eskalasi besar kebijakan luar negeri Washington di kawasan Amerika Latin. Langkah ini berjalan tak lama setelah Trump menyampaikan interpretasi pribadinya terhadap Doktrin Monroe.

Baca juga: Penangkapan Maduro Berpotensi Guncang Pasar Energi Global, Harga BBM dan Inflasi AS Terancam Naik

Kekuatan Asing

Kebijakan lama AS yang menolak campur tangan kekuatan asing di belahan barat, serta menegaskan kesiapannya untuk mencampuri urusan negara lain.

Meskipun semasa kampanye ia mengusung slogan America First dan janji untuk menghindari konflik luar negeri.

Dalam wawancara dengan program Fox & Friends pada Sabtu (3/1), Trump secara terbuka mengkritik Meksiko dan kepemimpinannya.

“Sesuatu harus melakukan terhadap Meksiko,” ujar Trump saat di tanya mengenai situasi keamanan di perbatasan selatan AS.

Trump menuduh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tidak mampu mengendalikan negaranya dan membiarkan kartel narkoba berkuasa. Ia bahkan menyebut pemerintahan Meksiko berada dalam bayang-bayang ketakutan terhadap kelompok kriminal terorganisasi.

“Kita bisa saja bersikap sopan secara politik dan mengatakan, ‘Oh ya, ia menjalankannya.’ Tapi kenyataannya, ia sangat takut pada kartel,” kata Trump.

“Mereka yang mengendalikan Meksiko. Saya sudah berkali-kali bertanya kepadanya apakah ia ingin kita menyingkirkan kartel-kartel itu. Jawabannya selalu tidak. Jadi kita harus melakukan sesuatu,” tambahnya.

Meksiko Kecam Intervensi AS di Venezuela

Meksiko menjadi salah satu negara yang secara tegas mengecam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela. Pemerintah Meksiko menilai tindakan tersebut berpotensi merusak stabilitas kawasan dan melanggar prinsip-prinsip hubungan internasional.

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Meksiko menegaskan bahwa Amerika Latin dan Karibia merupakan kawasan yang telah lama kesepakatan sebagai zona perdamaian.

“Amerika Latin dan Karibia adalah zona perdamaian yang dibangun atas dasar saling menghormati. Penyelesaian sengketa secara damai, serta penolakan terhadap penggunaan dan ancaman kekerasan. Setiap tindakan militer akan sangat membahayakan stabilitas regional,” tegas pernyataan tersebut.

Pernyataan itu sekaligus menandakan kekhawatiran negara-negara Amerika Latin terhadap meningkatnya keterlibatan militer AS di kawasan yang selama ini sensitif terhadap isu kedaulatan.

Kritik Datang dari Sekutu Trump Sendiri

Langkah Trump terhadap Venezuela juga menuai kritik dari dalam negeri Amerika Serikat, termasuk dari sekutu politiknya sendiri.

Anggota Kongres Marjorie Taylor Greene (Republikan-Georgia), yang belakangan sering berselisih pandangan dengan Trump. Mengecam penangkapan Maduro dan mempertanyakan prioritas kebijakan presiden.

Melalui unggahan di media sosial X, Greene menilai operasi militer di Venezuela. Justru mengalihkan perhatian dari ancaman utama yang dihadapi AS, yakni kartel narkoba Meksiko.

“Fentanyl bertanggung jawab atas lebih dari 70 persen kematian akibat overdosis narkoba di Amerika Serikat. Narkoba itu berasal dari kartel Meksiko. Di produksi menggunakan prekursor kimia dari Tiongkok, dan menyelundupkan melintasi perbatasan AS-Meksiko,” tulis Greene.

Ia menegaskan bahwa kartel Meksiko memiliki peran dominan dalam krisis narkoba yang merenggut puluhan ribu nyawa warga AS setiap tahun.

Greene juga mempertanyakan konsistensi Trump. Menurutnya, jika tujuan operasi militer di Venezuela benar-benar untuk menyelamatkan nyawa warga Amerika dari ancaman narkoba. Maka langkah serupa seharusnya diarahkan langsung pada sumber utama peredaran narkotika.

“Jika aksi militer dan perubahan rezim di Venezuela benar-benar soal menyelamatkan nyawa warga Amerika. Mengapa pemerintahan Trump belum mengambil tindakan nyata terhadap kartel Meksiko?” tulisnya.

Selain itu, Greene mengkritik keputusan Trump yang sebelumnya memberikan pengampunan kepada mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez. Yang tersandung kasus hukum, sembari mengklaim keberhasilan besar atas penangkapan Maduro.

Trump Tegaskan Kehadiran Militer AS

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Trump kembali menegaskan sikapnya. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan ragu mempertahankan kehadiran militernya di Venezuela dalam jangka pendek.

Pada Sabtu (3/1), Trump bahkan menyebut AS siap mengelola Venezuela sementara waktu demi memastikan stabilitas dan keamanan di negara tersebut. Ia juga menegaskan tidak gentar untuk menempatkan pasukan militer AS di wilayah Amerika Latin apabila dianggap perlu.

Pernyataan ini semakin memperkuat sinyal bahwa pemerintahan Trump akan mengambil peran aktif. Bahkan agresif—di kawasan tersebut, meskipun risiko diplomatik dan geopolitik terus meningkat.

Sejumlah pengamat menilai kebijakan ini berpotensi memicu ketegangan baru di Amerika Latin. Mengingat sejarah panjang intervensi AS yang masih menyisakan trauma politik di banyak negara kawasan.

Tags: amerika serikatoperasi militerPresiden Nicolas Maduro
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kedepankan Semangat Perdamaian dalam Menghadapi Konflik Global

Kedepankan Semangat Perdamaian dalam Menghadapi Konflik Global

byRicky Marlyand1 others
15/01/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Dalam konflik politik global, Indonesia harus konsisten mempertahankan sikap sebagai pendukung perdamaian abadi sebagaimana amanat konstitusi. "Konflik...

Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation.

Sri Mulyani Resmi Jadi Dewan Direksi Gates Foundation Milik Bill Gates

byNur
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai anggota Dewan Direksi Gates Foundation. Lembaga filantropi...

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Reuters)

Trump Naikkan Tarif 25 Persen bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran

byNur
13/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan mengumumkan kebijakan tarif keras yang berpotensi mengguncang...

Berita Terbaru

Perkuliahan Dimulai, Omzet UMKM di Sekitar Kampus Kembali Meningkat
Ekonomi dan Bisnis

Perkuliahan Dimulai, Omzet UMKM di Sekitar Kampus Kembali Meningkat

byRicky Marly
10/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seiring dengan dimulainya masa perkuliahan di berbagai perguruan tinggi, perekonomian masyarakat di sekitar kampus kembali meningkat....

Read moreDetails
Warga Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, menyambut baik rencana pemerintah pusat yang akan membangun Jembatan Merah Putih sebagai akses penyeberangan antar desa.

Dinas BMBK Lampung Audit Teknis Lokasi Jembatan Way Bungur

10/02/2026
Warga Lampung Titip Harapan pada Wakil Daerah di Ajang Puteri Indonesia

Warga Lampung Titip Harapan pada Wakil Daerah di Ajang Puteri Indonesia

10/02/2026
Jembatan Way Bungur yang akan dibangun ulang. ANTARA

TNI-Pemprov Eksekusi Jembatan Gantung Garuda Merah Putih di Way Bungur

10/02/2026
Agita Nazara Siap Bawa Identitas Lampung di Puteri Indonesia 2026

Agita Nazara Siap Bawa Identitas Lampung di Puteri Indonesia 2026

10/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.